ACEH JAYA — Kepala Pelaksana BPBK Aceh Jaya, AG. Suhadi, meminta warga membatasi aktivitas di luar ruangan saat intensitas sinar matahari berada di puncaknya, terutama pada siang hari. Imbauan ini dikeluarkan setelah suhu udara di wilayah tersebut menunjukkan tren kenaikan dalam sepekan terakhir.
“Meski suhu udara yang tercatat masih berkisar 31 hingga 32 derajat Celsius, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca terik, terutama pada siang hari,” ujar AG. Suhadi kepada NOA.co.id, Selasa (28/7/2026).
BPBK mendorong warga untuk memperbanyak konsumsi air putih guna menjaga hidrasi tubuh. Jika terpaksa beraktivitas di luar ruangan, masyarakat diminta menggunakan pelindung seperti topi, payung, atau pakaian berlengan panjang.
Perhatian khusus, kata AG. Suhadi, perlu diberikan kepada anak-anak, lanjut usia (lansia), dan kelompok rentan lainnya yang lebih mudah mengalami gangguan kesehatan akibat paparan panas.
AG. Suhadi secara tegas mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun membakar sampah sembarangan. Menurutnya, kondisi cuaca yang cenderung kering saat ini dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.
Selain itu, warga diminta menghemat penggunaan listrik serta memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman. Langkah ini dinilai krusial untuk mengurangi risiko korsleting yang bisa berujung pada kebakaran permukiman.
BPBK Aceh Jaya juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG. Warga diminta mengikuti arahan pemerintah daerah maupun BPBK setempat.
“Apabila menemukan titik api, kebakaran, atau kondisi darurat lainnya, masyarakat agar segera melaporkannya kepada aparat gampong, Pos Damkar terdekat, atau menghubungi layanan darurat BPBK Aceh Jaya di 0811-6792-113 agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” tutup AG. Suhadi.