Pencarian

Pemkab Aceh Besar Siapkan Langkah Darurat Hadapi Kekeringan Sawah, BTT Siap Digunakan

Selasa, 28 Juli 2026 • 16:13:31 WIB
Pemkab Aceh Besar Siapkan Langkah Darurat Hadapi Kekeringan Sawah, BTT Siap Digunakan
Bupati Aceh Besar memimpin rapat koordinasi persiapan langkah darurat penanganan kekeringan lahan pertanian di sejumlah kecamatan.

ACEH BESAR — Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mulai menyiapkan langkah penanganan darurat untuk menghadapi bencana kekeringan yang mengancam lahan pertanian dan kebutuhan air bersih masyarakat di sejumlah kecamatan. Bupati Aceh Besar, H Muharram Idris atau Syech Muharram, mengatakan pihaknya bersama Forkopimda dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait akan bergerak cepat untuk mencegah gagal panen. Langkah ini diambil seiring memasuki musim kemarau yang diprediksi akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.

“Kita akan terus berupaya melakukan berbagai langkah dalam penanggulangan bencana kekeringan ini,” kata Syech Muharram, Selasa (28/7/2026).

Pemetaan Wilayah Prioritas dan Pendataan Lahan Terdampak

Wakil Bupati Aceh Besar, Drs Syukri, menekankan perlunya koordinasi langsung dengan komunitas tani di setiap kecamatan. Menurutnya, pendekatan ini akan mempercepat pemetaan wilayah mana yang menjadi prioritas penanganan.

“Perlu kita temui komunitas tani di setiap kecamatan agar koordinasi terkait daerah prioritas yang terdampak kekeringan bisa dilakukan dengan lebih cepat,” ujarnya.

Di sisi teknis, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Imam Munandar, menyebut pihaknya sudah menginstruksikan para mantri tani untuk turun ke lapangan. Mereka akan mendata luas lahan pertanian yang mulai kekeringan dan memastikan data tersebut diterima secara cepat oleh pemerintah daerah.

“Segera kita koordinasikan dengan para mantri tani untuk mendata jumlah lahan yang terdampak. Kita juga melakukan koordinasi dengan pihak BWS untuk memastikan dampak kekeringan ini,” kata Imam.

BWS Diminta Periksa Sumber Air Irigasi

Dinas Pertanian juga akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk mengecek kondisi sumber air yang menjadi penopang irigasi pertanian. Langkah ini penting untuk mengetahui apakah debit air masih mencukupi atau sudah mulai menyusut drastis.

Jika status tanggap darurat kekeringan nantinya ditetapkan, Pemkab Aceh Besar sudah membahas kemungkinan penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT). Anggaran tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan mendesak seperti distribusi air bersih dan penyediaan sumber air alternatif.

Posko Penanganan dan Salat Istisqa Disiapkan

Selain langkah teknis dan anggaran, pemerintah daerah juga mempertimbangkan pembentukan posko penanganan khusus kekeringan. Posko ini akan menjadi pusat koordinasi dan pengaduan warga yang kesulitan air bersih.

Sebagai ikhtiar spiritual, Pemkab Aceh Besar juga berencana menggelar salat istisqa bersama masyarakat. Salat minta hujan ini dijadwalkan menyusul setelah koordinasi lintas sektor selesai dilakukan.

Bagikan
Sumber: masakini.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks