ACEH — Peristiwa berdarah itu mengganggu gelaran festival tahunan yang semestinya menjadi ajang promosi budaya dan pariwisata Papua. Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, memastikan kedua korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena untuk mendapatkan perawatan intensif.
"Bahwa pada hari ini, Sabtu 8 Agustus 2026, sekitar pukul 12.45 Waktu Indonesia Timur, telah terjadi penembakan yang dilakukan oleh orang tak dikenal di Distrik Walesi, tepatnya di pintu masuk atau gerbang utama lokasi Festival Budaya Lembah Baliem," kata Kombes Cahyo saat dikonfirmasi, Sabtu (8/8/2026). Dua Korban Terluka, Satu Tembus dari Tangan ke Paha
Berdasarkan keterangan polisi, korban pertama menderita luka tembak pada lutut kanan. Sementara korban kedua mengalami luka tembus yang cukup kompleks, masuk dari punggung tangan dan menembus hingga ke paha.
"Satu orang menderita luka tembak pada lutut kanan, yang satu luka tembak pada punggung tangan ya, mungkin karena tangan lagi di atas paha jadi ketembus, tembus dari punggung tangan tembus ke pahanya," ujar dia.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai identitas lengkap para korban maupun dugaan motif di balik aksi penembakan tersebut. Aparat keamanan masih bekerja di lapangan untuk mengumpulkan barang bukti dan memeriksa saksi-saksi di sekitar Distrik Walesi. Pengejaran Pelaku dan Dampak pada Rangkaian Acara
Kombes Cahyo menambahkan, personel gabungan TNI-Polri saat ini tengah melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku. Langkah ini diambil untuk mengamankan jalannya festival serta mencegah potensi teror susulan yang dapat membahayakan ribuan pengunjung dan peserta yang hadir.
Insiden ini menjadi ujian bagi aparat keamanan dalam mengamankan salah satu agenda pariwisata terbesar di tanah Papua. Festival Budaya Lembah Baliem dikenal sebagai ajang tahunan yang menampilkan atraksi perang antarsuku, tarian tradisional, serta pameran kerajinan khas pegunungan tengah Papua.
Pihak kepolisian belum merilis apakah penembakan ini mengganggu jadwal puncak acara festival. Namun, langkah evakuasi cepat dan penyisiran lokasi menunjukkan bahwa situasi di sekitar gerbang utama kini dalam status siaga tinggi. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan melaporkan segera jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar area festival.