ACEH — Jakarta – Investment Specialist Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Azharys Hardian, memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak dalam rentang 6.200-6.350 pada perdagangan hari ini, Rabu (12/8). Proyeksi ini muncul setelah indeks ditutup melemah signifikan pada sesi sebelumnya.
"Untuk perdagangan hari ini, IHSG diproyeksikan akan bergerak berada dalam rentang pergerakan 6.200-6.350," katanya dalam riset harian di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.
Pelemahan IHSG pada perdagangan kemarin (11/8) dipicu oleh aksi tekan yang masif pada saham-saham sektor keuangan serta sektor barang konsumen primer atau non-siklikal. Meski demikian, tekanan ini belum mampu menjebol level support teknikal utama.
"Kendati demikian, secara teknikal posisi IHSG masih mampu tertahan di atas garis indikator EMA-20, menjaga peluang konsolidasi yang relatif terjaga," imbuh Azharys.
Kemampuan bertahan di atas EMA-20 menjadi kunci utama. Selama level ini tidak ditembus, potensi penguatan terbatas atau sideways masih terbuka lebar. Investor cenderung wait and see menunggu katalis baru.
Dari bursa global, indeks utama Wall Street ditutup bervariasi dengan kecenderungan melemah. Nasdaq menjadi yang terburuk dengan koreksi 0,60 persen, disusul Dow Jones yang melemah 0,34 persen dan S&P 500 yang terkoreksi 0,32 persen. Hanya NYSE Composite yang berhasil menguat tipis 0,07 persen.
Ketidakpastian pasar meningkat tajam akibat kebuntuan (deadlock) dalam negosiasi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Pakistan disebut terus mengupayakan jalur diplomasi agar proses negosiasi antara kedua negara tetap berlanjut, namun hingga saat ini belum ada titik terang.
Dampaknya langsung terasa di pasar komoditas. Kebuntuan diplomasi tersebut kembali mendorong harga minyak mentah acuan Brent mendekati 90 dolar AS per barel. Kondisi ini memicu kekhawatiran baru terhadap ketegangan pasokan energi global.
Dengan kondisi teknikal yang masih menjaga peluang konsolidasi namun dibayangi sentimen eksternal yang negatif, investor disarankan untuk selektif dalam memilih saham. Perhatikan pergerakan harga minyak yang bisa mempengaruhi sektor energi dan barang konsumsi.
Saham-saham perbankan yang menjadi pemicu pelemahan kemarin perlu dicermati pergerakannya hari ini. Jika aksi jual berlanjut, bukan tidak mungkin IHSG akan menguji batas bawah rentang proyeksi di level 6.200.
Investasi mengandung risiko. Selalu lakukan analisis fundamental dan teknikal secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.