SABANG — Sebanyak 23 putra-putri terbaik Kota Sabang resmi menyandang status sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026. Pengukuhan dilakukan langsung oleh Walikota Sabang, Zulkifli H Adam, di Pendopo Walikota Sabang, Sabtu (15/8).
Mereka menjalani proses seleksi, pembinaan, dan pelatihan sebelum akhirnya dipercaya mengemban tugas mulia pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Zulkifli menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan acara seremonial belaka. Menurutnya, momen ini mengandung kepercayaan, tanggung jawab, kedisiplinan, perjuangan, dan pengorbanan yang telah dilalui para anggota selama masa pelatihan.
“Atas nama Pemerintah Kota Sabang, saya menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh anggota Pasukan Pengibar Bendera Kota Sabang 2026. Kalian adalah putra-putri terbaik Kota Sabang yang mendapatkan kehormatan untuk mengemban tugas mulia, yaitu mengibarkan Sang Merah Putih, simbol kehormatan dan kedaulatan bangsa Indonesia,” ujar Zulkifli.
Proses pembinaan Paskibraka tahun ini melibatkan Komandan Lanud Maimun Saleh Sabang beserta para pelatih. Mereka memberikan pendidikan kedisiplinan, ketangguhan mental, kekompakan, serta semangat nasionalisme kepada para anggota.
Zulkifli menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi tersebut. Ia menilai pelatihan yang diberikan tidak hanya membentuk kemampuan baris-berbaris, tetapi juga karakter, kepemimpinan, tanggung jawab, loyalitas, dan semangat kebersamaan.
“Nilai-nilai tersebut hendaknya terus kalian bawa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, maupun dalam perjalanan kalian meraih cita-cita,” katanya.
Di hadapan para orang tua, Zulkifli turut menyampaikan penghargaan atas doa, dukungan, serta motivasi yang diberikan selama proses pembinaan dan pelatihan. Dukungan keluarga menjadi fondasi penting bagi para anggota dalam menjalani latihan yang berat.
Menghadapi hari-H pengibaran, Walikota meminta seluruh anggota Paskibraka menjalankan tugas dengan penuh kehormatan dan tanggung jawab. Ia mengingatkan agar mereka menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, sekolah, dan Kota Sabang.
“Berikan yang terbaik, laksanakan dengan disiplin, penuh kekompakan, dan jangan pernah kehilangan semangat. Pengibaran bendera Merah Putih bukan hanya tentang mengibarkan bendera secara simbolis. Di dalamnya terdapat sejarah perjuangan, pengorbanan para pahlawan, serta cita-cita besar bangsa Indonesia,” pesannya.
Pengukuhan ini menjadi awal dari tugas sesungguhnya. Zulkifli mengingatkan agar para anggota tidak memandang pengukuhan sebagai akhir perjuangan, melainkan awal untuk menjadi generasi muda Sabang yang berkarakter, berprestasi, berintegritas, dan cinta tanah air.