Pencarian

47 UMKM Aceh Lolos Kurasi Karya Kreatif Indonesia 2026, Siap Tembus Pasar Global di Jakarta

Rabu, 19 Agustus 2026 • 12:22:14 WIB
47 UMKM Aceh Lolos Kurasi Karya Kreatif Indonesia 2026, Siap Tembus Pasar Global di Jakarta
Sebanyak 47 UMKM Aceh lolos kurasi untuk mengikuti Karya Kreatif Indonesia 2026 di Jakarta.

BANDA ACEH — Sebanyak 47 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Aceh dinyatakan lolos kurasi untuk tampil dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar Bank Indonesia di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 20-23 Agustus 2026. Produk-produk unggulan daerah itu akan diperkenalkan ke pasar yang lebih luas, termasuk pasar global.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, menyebut ajang ini bukan sekadar pameran produk. Ia menegaskan bahwa KKI 2026 adalah momentum strategis untuk mempertemukan kekuatan ekonomi kreatif daerah dengan konsumen dan mitra potensial dari berbagai wilayah.

“KKI bukan sekadar ajang pameran produk UMKM, tetapi merupakan momentum untuk mempertemukan kekuatan ekonomi kreatif daerah dengan pasar yang lebih luas,” ujarnya, Selasa (18/8/2026).

Produk Unggulan yang Dibawa ke Jakarta

Para peserta yang lolos mewakili beragam subsektor ekonomi kreatif. Mulai dari wastra, fesyen, kriya, makanan dan minuman, hingga produk kreatif lain yang berbasis pada kekayaan lokal Aceh.

Dalam pameran tersebut, Aceh mendapat ruang khusus dengan mengusung tema “Beudaya Meusare Sare, Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit Tangguh dan Berdaya Saing.” Tema ini mengusung semangat kolaborasi untuk mengembangkan ekonomi berbasis budaya dan kearifan lokal melalui pendekatan digital serta inovasi.

Wastra Aceh Jadi Sektor Andalan

Selain produk UMKM, Aceh juga akan menampilkan showcase kebudayaan yang mencakup wastra, kesenian tradisional, artefak, serta produk kreatif khas daerah. Wastra Aceh menjadi salah satu bagian utama dalam pameran tersebut.

Koleksi yang ditampilkan akan memperlihatkan kekayaan motif, teknik, dan material khas Aceh yang dipadukan dengan fesyen serta kriya kontemporer. Konsep ini diharapkan mampu menunjukkan bahwa warisan budaya bisa beradaptasi dengan kebutuhan pasar modern tanpa kehilangan identitasnya.

Strategi BI Aceh Dorong Daya Saing UMKM

Bank Indonesia menilai pengembangan UMKM berbasis budaya harus dibarengi dengan peningkatan kualitas produk, desain, kemasan, standardisasi, digitalisasi, dan perluasan jaringan pemasaran. Dengan begitu, budaya tidak berhenti menjadi identitas daerah, tetapi bisa diolah menjadi kekuatan ekonomi dan sumber penciptaan lapangan kerja.

Melalui partisipasi dalam KKI 2026, Bank Indonesia Aceh juga mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas kreatif, akademisi, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya. Sinergi ini dinilai penting untuk membangun ekosistem UMKM yang semakin kuat, inovatif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Follow redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: masakini.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks