ACEH — Rumah Sakit Umum (RSU) Bina Kasih Medan resmi memulangkan para pasien keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Proses pemulangan dilakukan setelah tim dokter menyatakan kondisi vital seluruh pasien telah stabil dan tidak lagi memerlukan observasi lanjutan.
Kepala Humas RSU Bina Kasih Medan membenarkan bahwa seluruh korban yang dirawat di fasilitasnya telah diperbolehkan pulang. "Secara keseluruhan, kondisi pasien sudah membaik dan tidak ada keluhan berarti. Mereka kami nyatakan layak untuk rawat jalan," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (18/2).
Insiden ini bermula ketika puluhan pelajar di sejumlah sekolah di Kabupaten Karo mengeluhkan mual, pusing, dan muntah-muntah setelah menyantap menu MBG yang dibagikan pada Jumat pekan lalu. Diduga kuat, gejala tersebut dipicu oleh bakteri atau zat berbahaya yang terkontaminasi dalam makanan.
Petugas medis dari puskesmas setempat langsung bertindak cepat melakukan penanganan awal. Sebagian besar korban dengan gejala ringan ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama, sementara kasus yang menunjukkan gejala lebih serius dirujuk ke RSU Bina Kasih Medan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Dinas Kesehatan Kabupaten Karo masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti kontaminasi pada makanan yang dibagikan tersebut. Sampel sisa makanan dan uji laboratorium terhadap korban telah diambil untuk mengetahui jenis patogen atau zat kimia pemicu keracunan.
Hasil pemeriksaan awal mengindikasikan adanya dugaan kelalaian dalam proses pengolahan atau distribusi makanan. Namun, pihak berwenang belum berani menyimpulkan secara final dan menunggu hasil uji laboratorium menyeluruh yang diperkirakan keluar dalam beberapa hari ke depan.
Pasca kejadian ini, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat memastikan akan mengevaluasi ulang prosedur dapur umum dan rantai pasok bahan makanan. Pengawasan terhadap higienitas juru masak dan kualitas bahan baku menjadi prioritas utama sebelum program dilanjutkan kembali.
Pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional untuk memastikan standar keamanan pangan dipenuhi di seluruh titik layanan di wilayah Karo. Sementara itu, orang tua siswa diimbau tetap waspada dan segera melapor jika menemukan gejala serupa pada anak mereka di kemudian hari.