ACEH — Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) di Sumatera Selatan punya cara tersendiri merayakan kemerdekaan. Alih-alih sekadar upacara formal, Pemerintah Kabupaten OKI melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menggelar lomba bidar serta permainan tradisional di tepian Sungai Komering, Kelurahan Perigi, Kayuagung, Rabu (19/8). Kegiatan ini bukan cuma hiburan rakyat, melainkan juga upaya nyata melestarikan budaya lokal di tengah arus modernisasi.
Bidar adalah perahu dayung khas Kayuagung yang selalu dilombakan setiap perayaan HUT RI. Bupati OKI, H Muchendi Mahzareki, menegaskan bahwa lomba ini merupakan tradisi yang terus dipertahankan warga.
"Di bulan Agustus ini, sebagaimana tahun lalu, kita kembali bisa melaksanakan kegiatan lomba bidar yang sudah menjadi tradisi warga masyarakat yang ada di Kota Kayuagung. Walaupun kondisi air sedang surut, tidak menyurutkan semangat masyarakat OKI, khususnya Kayuagung, untuk berpartisipasi," ujar Muchendi dalam sambutannya.
Perlombaan ini menjadi ajang adu kecepatan dan kekompakan antar tim. Antusiasme terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 29 tim, bahkan beberapa daerah mengirimkan lebih dari satu tim.
Selain bidar, dua permainan tradisional lain turut meramaikan event ini, yaitu panjat pinang dan gebuk bantal. Kedua lomba ini selalu berhasil mengundang gelak tawa dan sorak sorai penonton yang memadati tepian sungai.
Kepala Disbudpar OKI, Ahmadin Ilyas, menjelaskan bahwa antusiasme masyarakat terhadap lomba tahun ini sangat tinggi. "Untuk lomba bidar tahun ini diikuti 29 tim. Seluruh desa dan kelurahan antusias mengirimkan peserta, bahkan ada yang mengirimkan dua tim," kata Ahmadin.
Suksesnya gelaran ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Bupati Muchendi secara khusus mengapresiasi kontribusi Bank Sumsel Babel, jajaran TNI, dan Polres OKI yang turut menyukseskan acara. Ia berharap lomba tradisional ini dapat terus digelar setiap tahun sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat OKI.
Bagi wisatawan yang kebetulan berada di Sumatera Selatan pada pertengahan Agustus, menyaksikan lomba bidar di Kayuagung bisa menjadi pengalaman budaya yang otentik. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan rangkaian acara dapat dikonfirmasi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten OKI.