BANDA ACEH — Kerja sama internasional di bidang literasi akan segera direalisasikan di ibu kota Provinsi Aceh. Delegasi Pemerintah Kota Seoul menemui Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal di Pendopo Wali Kota, Senin (24/8/2026), untuk mematangkan rencana pembangunan taman baca publik.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari terpilihnya Banda Aceh sebagai salah satu pemenang Seoul ODA Challenge Project 2026. Dalam ajang tahunan tersebut, kota di ujung barat Indonesia ini bersaing dengan 40 kota dari 28 negara dan hanya dua kota yang dinyatakan lolos.
Delegasi Seoul yang hadir dipimpin Asisten Direktur Kerja Sama Internasional Mr. Lee Jeongoo, didampingi Direktur Perpustakaan Metropolitan Seoul Ms. Oh Jieun, serta Manager Proyek Hanglobal Consultant Mr. Jungjyun Seo. Sementara itu, Illiza didampingi Sekretaris Daerah, Plh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip), Sekretaris Bappeda, dan Pustakawan Ahli Muda.
Dalam pertemuan tersebut, Mr. Lee Jeongoo memaparkan visualisasi rancangan pengembangan Taman Bustanussalatin sebagai lokasi outdoor library. Konsep yang diusung dirancang mampu menampung sekitar 2.000 pengunjung dengan penataan ruang yang menggabungkan area baca dan ruang istirahat secara alami.
Desain tersebut tetap memperhatikan adat serta budaya masyarakat setempat. Salah satu poin penting yang menjadi perhatian adalah pemisahan ruang berdasarkan gender, sebuah penyesuaian yang dinilai krusial untuk diterima di tengah masyarakat Aceh yang religius.
Perpustakaan luar ruangan ini tidak akan beroperasi permanen. Berdasarkan rencana, kegiatan berlangsung selama delapan minggu pada setiap akhir pekan. Setiap pekannya akan mengusung tema yang berbeda, memadukan kegiatan lokakarya, kompetisi, hingga pertunjukan seni dan budaya Aceh.
Melalui proyek Seoul ODA 2026, pemkot akan menerima bantuan teknis serta pengadaan sejumlah peralatan pendukung. Bantuan ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman membaca yang berbeda bagi warga Banda Aceh.
Illiza menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan yang diberikan Pemerintah Kota Seoul. Menurutnya, konsep outdoor library merupakan cara efektif untuk mendekatkan buku kepada masyarakat sekaligus meningkatkan minat baca dengan aktivitas yang sesuai gaya hidup kekinian.
"Ini adalah outdoor library pertama di Indonesia yang langsung dibantu oleh Pemerintah Kota Seoul, karena kemarin kita ikut challenge dari 40 kota dari 28 negara yang mengajukan dan hanya dua negara yang terpilih, salah satunya Indonesia yaitu Kota Banda Aceh," ungkap Illiza.
Ia berharap program ini tidak sekadar menghadirkan ruang baca baru, tetapi juga memotivasi generasi muda untuk lebih gemar membaca. "Bantuan ini mudah-mudahan memotivasi anak muda kita, masyarakat kita untuk bisa gemar membaca melalui outdoor library ini," tutupnya.
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya Pemko Banda Aceh mengembangkan inovasi layanan perpustakaan sekaligus menciptakan ruang publik yang edukatif, rekreatif, dan mudah diakses warga.