ACEH — Masalah pengasuhan anak di tengah gempuran teknologi digital menjadi perhatian serius bagi para orang tua, termasuk di Desa Panjunan, Kudus. Menjawab kebutuhan ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyara (KKN) Kelompok 99 UIN Sunan Kudus menggelar seminar parenting bertajuk "Mendidik Anak dengan Hati di Era Digital" pada Selasa, 18 Agustus 2026 lalu.
Acara yang berlangsung di Gedung NU Serbaguna sejak pukul 15.30 WIB ini menghadirkan akademisi bidang kajian keluarga dan pendidikan karakter, Prof. Dr. Hj. Anita Rahmawaty, M.Ag, CRA. Kehadirannya memberikan perspektif akademis sekaligus keagamaan dalam menyikapi tantangan pengasuhan anak modern.
Tema "Mendidik Anak dengan Hati" dipilih bukan tanpa alasan. Pengasuhan yang hanya mengandalkan aturan dan larangan dinilai tidak cukup untuk membentengi anak dari dampak negatif dunia digital.
Pendekatan hati menekankan pada pembangunan kepercayaan, empati, dan keteladanan. Tujuannya agar anak tumbuh menjadi pribadi berakhlak baik meski dikelilingi berbagai godaan dari layar gawai. Kedekatan emosional yang kuat menjadi kunci utama dalam pola asuh ini.
Dalam seminar ini, para peserta diajak memahami cara menyeimbangkan penggunaan teknologi dengan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan dampak positif dan negatif gawai bagi tumbuh kembang anak.
Selain itu, orang tua juga dibekali strategi komunikasi efektif antara orang tua dan anak. Cara menanamkan nilai spiritual di tengah kehidupan serba digital juga menjadi bahasan utama yang aplikatif untuk diterapkan sehari-hari.
Seminar ini tidak berjalan satu arah. Panitia menyediakan sesi tanya jawab interaktif yang memberi kesempatan bagi para orang tua untuk berbagi pengalaman dan permasalahan yang mereka hadapi sehari-hari dalam mendampingi anak.
"Kami melihat bahwa banyak orang tua di sini yang merasa kesulitan mengimbangi perkembangan teknologi yang begitu cepat. Anak-anak sekarang jauh lebih akrab dengan gawai dibandingkan orang tuanya sendiri," ujar salah satu perwakilan panitia dari KKN 99.
Pendekatan dua arah ini diharapkan mampu menghasilkan solusi yang lebih membumi dan aplikatif, sesuai dengan kondisi riil masyarakat Desa Panjunan.
Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama mahasiswa KKN 99 UIN Sunan Kudus dengan pengurus NU setempat serta didukung Pemerintah Kabupaten Kudus. Sinergi ini mencerminkan semangat kolaborasi dalam upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan keluarga.
"Harapan kami, ilmu yang disampaikan Prof. Anita hari ini tidak berhenti di ruangan seminar saja, tetapi benar-benar bisa dipraktikkan oleh para orang tua di rumah masing-masing. Anak-anak adalah generasi penerus, dan keluarga adalah tempat pertama mereka belajar tentang kehidupan," tambah salah satu mahasiswa KKN.
Melalui seminar ini, para orang tua diharapkan memperoleh bekal pengetahuan dan keterampilan baru dalam mendampingi anak. Lebih jauh lagi, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya pola asuh yang seimbang antara pemanfaatan teknologi dan penguatan nilai-nilai spiritual serta moral.