ACEH — Lenovo Pro 9i Aura Edition adalah bukti bahwa laptop untuk kreator tidak harus selalu tampil mencolok. Dengan bodi kokoh dan desain yang cenderung low-profile, laptop ini menyasar profesional yang menginginkan performa tinggi tanpa menarik banyak perhatian. Kami menghabiskan beberapa pekan untuk menguji langsung perangkat ini, dan hasilnya cukup mengesankan di sektor performa maupun kualitas layar.
Unit yang kami uji merupakan konfigurasi menengah dengan spesifikasi sebagai berikut:
Total daya maksimum (TDP) laptop ini mencapai 130W, angka yang cukup tinggi untuk laptop tipis di kelasnya.
Layar menjadi nilai jual utama Lenovo Pro 9i. Panel OLED-nya menampilkan warna yang hidup, hitam yang dalam, dan mencakup 100% gamut warna Adobe RGB, DCI-P3, serta sRGB. Dukungan HDR 1000 True Black dan Dolby Vision membuatnya cocok untuk pekerjaan grading video maupun editing foto.
Sayangnya, permukaan layar yang sangat glossy membuatnya sulit digunakan di bawah sinar matahari langsung. Untuk penggunaan di dalam ruangan, kualitasnya sulit ditandingi.
Dari sisi desain, Lenovo memilih pendekatan utilitarian. Keyboard-nya nyaman digunakan dengan keycap berlapis karet yang memberikan respons pegas yang pas. Trackpad-nya juga presisi dan terasa mirip dengan trackpad MacBook—pujian yang layak diberikan. Lenovo juga menyertakan stylus Yoga Pen Gen 2 secara gratis, nilai tambah bagi pengguna yang sering menggambar atau membuat catatan digital.
Ada satu keanehan: webcam-nya menonjol keluar dari bezel atas. Keputusan desain ini cukup mengganggu secara visual pada awalnya, meski tidak memengaruhi fungsi.
Untuk tugas sehari-hari seperti browsing, mengetik, dan multitasking, Lenovo Pro 9i terasa sangat responsif. Kombinasi Core Ultra 9 386H dan RTX 5060 juga sanggup menangani editing video 4K, rendering foto resolusi tinggi, hingga sesi gaming ringan.
Yang mengejutkan, sistem pendinginnya bekerja dengan baik. Meski ada "thermal bump" di bagian bawah yang mengangkat bodi laptop untuk sirkulasi udara, kipasnya jarang berbunyi keras. Suhu perangkat juga tetap terkendali meski digunakan untuk beban kerja berat—capaian yang impresif untuk laptop setebal 0,68 inci.
Catatan penting: desain thermal bump ini membuat laptop kurang nyaman digunakan di pangkuan. Posisi paling ideal adalah di atas meja.
Lenovo Pro 9i Aura Edition dibanderol mulai USD 1.900 (sekitar Rp 31,3 juta) untuk konfigurasi dasar. Varian yang kami uji dengan RTX 5060, RAM 32GB, dan storage 1TB dibanderol USD 2.500 (sekitar Rp 41,2 juta).
Di kelas yang sama, laptop ini bersaing dengan Asus ProArt P16 yang tampil lebih ramping dan stylish. Namun, Lenovo Pro 9i menawarkan keunggulan di sektor port pilihan—kehadiran slot SD full-size dan dua port Thunderbolt 4 menjadi nilai plus yang jarang ditemukan di laptop tipis modern.
Dengan harga tersebut, laptop ini jelas bukan untuk semua orang. Namun bagi kreator profesional yang membutuhkan layar akurat warna, performa tinggi, dan tidak keberatan dengan desain yang agak besar, Lenovo Pro 9i Aura Edition adalah pilihan yang layak dipertimbangkan. Satu-satunya hambatan adalah kompetisi yang ketat di segmen ini, terutama dari Asus ProArt P16 yang menawarkan paket lebih ringkas dengan harga serupa.