Pencarian

Baterai Utama 400-900 Volt Belum Cukup, Ini Alasan Mobil Listrik Masih Butuh Aki 12 Volt

Minggu, 30 Agustus 2026 • 16:13:31 WIB
Baterai Utama 400-900 Volt Belum Cukup, Ini Alasan Mobil Listrik Masih Butuh Aki 12 Volt
Seorang teknisi memeriksa aki 12 volt pada mobil listrik yang berfungsi sebagai pengontrol sistem kelistrikan pendukung.

ACEH — Kehadiran baterai bertegangan tinggi hingga 900 volt pada mobil listrik ternyata tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan akan aki konvensional. Kendaraan ramah lingkungan ini tetap memerlukan aki 12 volt yang bekerja terpisah untuk mengoperasikan kelistrikan pendukung, sebagaimana halnya mobil bermesin bensin atau diesel.

Edwin Wijaya, praktisi otomotif yang juga pemilik ACCU S.O.S, menjelaskan bahwa industri otomotif boleh berubah drastis, tapi kebutuhan terhadap aki tidak pernah hilang. "Bahkan, mobil listrik tetap membutuhkan aki untuk perangkat pendukungnya," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima baru-baru ini.

Dua Sistem Kelistrikan yang Berjalan Berdampingan

Secara garis besar, mobil listrik murni maupun plug-in hybrid ditopang oleh dua sistem kelistrikan yang benar-benar terpisah. Sistem pertama adalah baterai lithium-ion bertegangan tinggi—umumnya 400 hingga 900 volt—yang khusus bertugas menggerakkan roda kendaraan.

Sistem kedua adalah aki 12 volt dengan tipe beragam, mulai dari lead-acid, AGM, hingga lithium-ion. Aki inilah yang memasok daya ke komponen elektronik pendukung seperti pengunci pintu, sensor alarm, pemutar jendela, sistem infotainment, pendingin kabin, hingga fitur keselamatan atau driver-assist.

Peran Krusial Aki 12 Volt sebagai Pengontrol Relay

Lebih dari sekadar menghidupkan aksesori, aki 12 volt memegang peran vital sebagai pengontrol relay penyuplai daya awal—semacam starter—untuk mengaktifkan sistem utama bertegangan tinggi. Tanpa kondisi aki yang prima, sistem inverter tidak mampu mengubah arus searah (DC) dari baterai utama menjadi arus bolak-balik (AC) untuk menggerakkan mobil.

Artinya, kendaraan listrik tidak akan bisa dinyalakan sama sekali meskipun kapasitas baterai utamanya masih penuh. Kondisi ini menjadi alasan mengapa pemilik mobil listrik tetap wajib memperhatikan kesehatan aki 12 volt mereka.

Alasan Keamanan Menjadi Pertimbangan Utama

Pabrikan tidak menggabungkan seluruh fungsi kelistrikan ke baterai utama semata-mata karena faktor keselamatan dan standar industri. Penggunaan sistem arus lemah 12 volt berfungsi sebagai lapisan pelindung bagi pengguna maupun teknisi dari risiko sengatan listrik tegangan tinggi, terutama saat melakukan perawatan rutin atau ketika kendaraan mengalami benturan keras.

Pengisian daya aki 12 volt pada mobil listrik berlangsung otomatis. Arus listrik diambil dari baterai utama melalui komponen konverter bawaan, atau terisi ketika mobil dihubungkan ke pengisi daya eksternal.

Perawatan Berkala Kunci Keandalan Mobil Listrik

Edwin menyoroti pentingnya pemahaman pemilik kendaraan terhadap pemeliharaan aki secara berkala agar tidak terjebak masalah mati daya di tengah perjalanan. "Perawatan sederhana perlu dilakukan, seperti memeriksa kebersihan terminal aki atau memastikan tegangan listrik stabil, sehingga dapat memperpanjang usia pakai aki dan menjaga performa kendaraan," tambahnya.

Pengetahuan semacam ini dinilai semakin relevan seiring pesatnya pertumbuhan populasi kendaraan ramah lingkungan di Tanah Air. "Dengan pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia, edukasi mengenai peran aki menjadi semakin relevan. Aki bukan hanya pendukung, tetapi bagian penting dari ekosistem kendaraan yang mendukung mobilitas ramah lingkungan. Inovasi dan edukasi terus menjadi kunci utama untuk memastikan keberlanjutan industri ini," pungkas dia.

Follow redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks