BANDA ACEH — Ratusan peserta memadati start jalan sehat yang dilepas dari halaman RRI Banda Aceh, Minggu pagi. Rute kegiatan membentang menuju Lapangan Blang Padang, menyusuri Jalan Prof. A. Majid Ibrahim, berbelok ke Jalan Syech Muda Wali, dan kembali finis di Blang Padang.
Namun, di balik kemeriahan olahraga pagi itu, perhatian utama justru tertuju pada sederet tenda UMKM yang berjejer di area sekitar. Berbagai merek lokal seperti Tako Yaki Ya, Aldhiza Dimsum, Donat Ghosthing, dan Kantin Sahabat tampak kebanjiran pembeli.
Salah seorang pedagang, Lia, mengaku pendapatannya melonjak signifikan selama acara berlangsung. Menurutnya, keramaian yang diciptakan RRI mampu menarik daya beli masyarakat yang tinggi.
"Untuk hari ini pendapatan yang didapat udah lebih dari Rp 3.000.000," ujarnya kepada kontributor RRI di lokasi kegiatan.
Lia menilai angka tersebut jauh di atas omzet harian biasanya saat berjualan di tempat biasa. Momen seperti ini dinilainya sebagai suntikan modal yang efektif bagi usaha mikro di ibu kota provinsi Aceh tersebut.
Lebih dari sekadar acara seremonial, Lia menyebut kehadiran institusi penyiaran publik ini memiliki peran strategis dalam pengembangan kapasitas pelaku UMKM. Ia mencontohkan, ajang seperti ini membuka ruang promosi langsung kepada konsumen yang lebih luas.
"Untuk mengembangkan UMKM di Banda Aceh ini, saya rasa RRI ini sangat berperan penting terutama saat membuat sebuah acara atau program yang mengundang UMKM secara bergantian sebagai motivasi bagi UMKM lain bagaimana cara mengembangkan marketingnya," ungkapnya.
Lia berharap kolaborasi semacam ini tidak berhenti pada perayaan ulang tahun semata. Ia meminta agar RRI Banda Aceh konsisten mengundang pelaku usaha pada setiap agenda publik ke depan.
"Iya, pastinya kami berharap kegiatan ini dapat terus diadakan di tahun berikutnya dan UMKM yang sudah ada hari ini semoga diundang lagi," harapnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa event olahraga massal tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga menggerakkan sektor riil di sekitarnya. Paduan antara partisipasi warga dan kehadiran pelaku usaha menciptakan ekosistem ekonomi yang hidup di ruang publik.
Bagi warga Banda Aceh yang hadir, jalan sehat kali ini bukan sekadar rutinitas akhir pekan, melainkan ajang bertransaksi langsung dengan produk-produk lokal buatan anak daerah.