ACEH — Raihan tersebut ditopang SINTA Score 3 Tahun sebesar 33.689. Angka ini menjadi indikator produktivitas penelitian sekaligus penanda konsistensi kampus dalam membangun budaya akademik.
Penguatan sumber daya manusia jadi kunci capaian ini. Upaya tersebut melibatkan dosen, mahasiswa, hingga tenaga kependidikan di lingkungan kampus yang mengusung motto "THE BEST".
Rektor UPGRI Pontianak, Muhammad Firdaus, menyebut pencapaian ini sebagai bagian dari proses penguatan Tridharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, pengembangan riset tidak berhenti pada produktivitas publikasi, tetapi juga membangun ekosistem akademik yang terbuka terhadap kolaborasi.
"Kami fokus membangun ekosistem riset yang inklusif dan berkualitas. Pada tahun 2026, UPGRI Pontianak secara resmi menerapkan aplikasi penelitian 'Simpelmas' untuk mempermudah partisipasi dosen dan mahasiswa melalui skema Penelitian Kompetitif serta hibah APBL 2026," tegas Muhammad Firdaus pada Kamis (10/9/2026).
Aplikasi Simpelmas menjadi kanal resmi partisipasi riset di kampus mulai 2026. Dosen dan mahasiswa bisa mengajukan proposal lewat dua jalur: Penelitian Kompetitif dan hibah APBL 2026.
Digitalisasi alur pengajuan ini memangkas hambatan administratif yang biasanya jadi titik lemah produktivitas riset kampus daerah. Partisipasi yang lebih mudah berpotensi mendorong jumlah proposal dan luaran penelitian.
Pada 2025 dan 2026, UPGRI Pontianak menempati posisi tertinggi dalam jumlah dosen yang lolos hibah DPPM BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di lingkup LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan.
Dukungan pendanaan melalui program hibah membuka ruang bagi akademisi menghasilkan penelitian yang lebih produktif. Capaian ini memperkuat kapasitas riset dosen sekaligus memperluas dampak riset bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Kolaborasi riset dengan berbagai perguruan tinggi terus diperluas dalam tiga tahun terakhir. Langkah ini menjadi strategi kampus untuk menaikkan kualitas sekaligus produktivitas penelitian.
Dosen UPGRI Pontianak juga memperoleh pendanaan lewat program Kementerian Kebudayaan RI. Pendanaan itu diraih melalui Dana Indonesiana pada 2025 dan Dana Indonesia Raya pada 2026.
Bagi UPGRI Pontianak, capaian SINTA bukan sekadar angka. Prestasi ini menggambarkan proses panjang membangun budaya riset, meningkatkan kapasitas SDM, memperluas jejaring kerja sama, serta mendorong keterlibatan sivitas akademika.
Kampus menegaskan komitmennya mengoptimalkan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Penguatan riset diharapkan berkontribusi pada perkembangan akademik dan mendukung lahirnya inovasi serta SDM unggul bagi Kalimantan Barat.