Brantas Abipraya Buka Sertifikasi SDM Gratis untuk 100 Peserta

Penulis: Alfian Batubara  •  Jumat, 11 September 2026 | 09:37:32 WIB
Peserta mengikuti proses seleksi sertifikasi SDM yang digelar PT Brantas Abipraya (Persero).

ACEHParagraf pembuka: BUMN karya itu menyeleksi 300 pendaftar sebelum akhirnya memilih 100 peserta yang dinilai siap mengikuti tahap sertifikasi. Proses seleksi ketat ini menunjukkan minat yang tinggi terhadap pengembangan kompetensi di bidang SDM, sekaligus menegaskan bahwa program TJSL kali ini tidak sekadar formalitas.

Antusiasme Tinggi, Seleksi Ketat

Direktur Pengembangan Bisnis, Human Capital & Legal PT Brantas Abipraya (Persero), Purnomo, menyatakan bahwa sertifikasi kompetensi bukan hanya soal pengakuan formal. Baginya, ini adalah bagian dari investasi perusahaan dalam membangun kualitas human capital.

"Antusiasme terhadap program ini sangat tinggi, tercermin dari 300 pendaftar yang mengikuti proses seleksi dan 100 peserta terpilih untuk melanjutkan ke tahap sertifikasi. Kami ingin memastikan kesempatan pengembangan kompetensi ini diberikan kepada peserta yang siap dan memiliki komitmen untuk terus belajar. Karena itu, kegiatan ini bukan sekadar memperoleh sertifikat, tetapi menjadi bagian dari investasi Brantas Abipraya dalam membangun Human Capital yang kompeten dan siap menjawab tantangan industri," ujar Purnomo.

Pembukaan kegiatan sertifikasi turut dihadiri oleh RR. Lieke Roosdianti, Direktur Eksekutif Forum Human Capital Indonesia; Fahrudin Mutamin, Koordinator Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan BP BUMN; serta Rini, Ketua LSP HCMI. Kehadiran sejumlah pemangku kepentingan ini menandakan dukungan lintas lembaga terhadap pengembangan SDM di lingkungan BUMN.

Siapa Saja yang Bisa Ikut

Program ini tidak hanya diperuntukkan bagi Insan Abipraya. Mahasiswa dan mahasiswi serta mitra Brantas Abipraya juga mendapat kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensi di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia.

Dengan cakupan peserta yang lebih luas, perusahaan berharap manfaat pengembangan kompetensi ini bisa menjangkau lebih banyak pihak. Tujuannya, mendorong terciptanya ekosistem SDM yang semakin berkualitas, tidak hanya di internal perusahaan tetapi juga di lingkungan mitra dan dunia pendidikan.

Investasi Jangka Panjang di Sektor Karya

Langkah Brantas Abipraya ini sejalan dengan kebutuhan industri konstruksi yang semakin menuntut kompetensi terukur. Sertifikasi MSDM menjadi salah satu cara perusahaan memastikan bahwa pengelolaan sumber daya manusia berjalan dengan standar profesional yang diakui.

Bagi perusahaan BUMN karya, kualitas SDM menjadi fondasi penting untuk menjaga kinerja di tengah tantangan industri yang dinamis. Program TJSL berbasis sertifikasi ini pun menjadi sinyal bahwa pembangunan kapasitas manusia ditempatkan sejajar dengan pengembangan bisnis.

Penutup: Dengan membuka akses sertifikasi bagi mahasiswa dan mitra, Brantas Abipraya tidak hanya memperkuat internal perusahaan tetapi juga berkontribusi pada penyediaan talenta SDM yang lebih siap kerja di sektor konstruksi nasional.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top