Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal Tambah Stok Oksigen di IGD Antisipasi Lonjakan Pasien ISPA Akibat Asap Karhutla

Penulis: Alfian Batubara  •  Sabtu, 17 Oktober 2026 | 14:31:31 WIB
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal memimpin rapat koordinasi penanganan dampak asap karhutla.

BANDA ACEH — Rapat koordinasi yang digelar Wali Kota Illiza Sa'aduddin Djamal memutuskan penambahan pasokan oksigen di IGD sebagai prioritas kesiapan rumah sakit. Selain oksigen, pemerintah kota memastikan ketersediaan obat-obatan, logistik, dan tenaga medis tetap terpenuhi.

"Kesiapan kami salah satunya penambahan oksigen di IGD. Kesiapan kami obat-obatan, logistik, kemudian tenaga medis di IGD," kata Illiza dalam pertemuan yang dilansir dari akun Instagram pribadinya.

Langkah itu diambil karena kondisi asap dinilai semakin tebal dan sulit diprediksi perkembangannya. Fasilitas kesehatan diminta bersiap sejak dini.

Tim Khusus Dibentuk untuk Koordinasi Lintas OPD

Illiza meminta Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh mengoordinasikan pembentukan tim khusus atau task force. Tim ini akan menangani persoalan asap karhutla yang sudah mencapai wilayah kota.

"Nah, oleh sebab itu nanti setelah pertemuan ini masing-masing OPD mempersiapkan langkah-langkah sesuai dengan tupoksi tugas masing-masing," ujarnya.

Jalur koordinasi antarinstansi juga diminta diperkuat agar penanganan bisa bergerak cepat mengikuti perkembangan di lapangan. Setiap OPD menyiapkan langkah sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.

Status Penanganan Bisa Ditingkatkan, tetapi Butuh Kajian Cepat

Pemerintah kota mempertimbangkan peningkatan status penanganan dampak asap. Namun Illiza menegaskan diperlukan kajian cepat untuk memperjelas dasar penetapan status dan durasi penerapannya.

Kajian itu menjadi syarat sebelum status resmi dinaikkan. Durasi penerapan status juga belum ditetapkan karena menunggu hasil kajian tersebut.

Dinas Pendidikan Imbau Siswa Pakai Masker

Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh mengimbau seluruh kepala sekolah agar siswa yang mengikuti kegiatan belajar pada Sabtu (17/10/2026) menggunakan masker. Imbauan ini berlaku sebagai langkah antisipasi paparan asap di lingkungan sekolah.

Pemerintah kota juga meminta warga mengurangi aktivitas tidak mendesak di luar rumah. Masyarakat diminta tetap memakai masker ketika harus beraktivitas di luar.

Seluruh langkah tersebut bergantung pada perkembangan kondisi asap di lapangan. Pemerintah kota menyatakan penanganan akan disesuaikan dengan situasi terbaru.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: nukilan.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top