BANDA ACEH — Pendidikan politik dan kepemimpinan perempuan yang digelar DPP Partai Aceh menyasar kader perempuan dari berbagai wilayah. Selain membahas kaderisasi politik, forum ini menempatkan peran perempuan dalam keluarga sebagai bagian tak terpisah dari kerja organisasi.
Ketua panitia yang juga Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DPP Partai Aceh, Hj. Ummi Kalsum, menegaskan pertemuan itu tidak sekadar ajang koordinasi rutin. Menurutnya, peran perempuan tidak terbatas pada aktivitas politik formal.
Perempuan juga memiliki peran penting dalam keluarga, termasuk mendidik anak dan meneruskan nilai-nilai kepada generasi berikutnya. Ummi berharap semangat yang dibangun melalui kegiatan tersebut dapat diteruskan peserta kepada keluarga dan lingkungan masing-masing.
Peran Inong Aceh dalam Keluarga dan Organisasi
Dalam sambutannya, Ummi menyebut forum ini sebagai ruang silaturahmi sesama kader perempuan Partai Aceh. Ia juga mendorong perempuan yang tergabung dalam partai, termasuk Putroe Aceh, agar mengambil peran aktif dalam menjaga marwah nanggroe.
"Pertemuan malam ini sebagai pertemuan yang bermanfaat untuk silaturahmi dan koordinasi sesama inong Aceh," kata Ummi dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan, Rabu malam (14/10/2026).
Dorongan itu menyasar dua hal sekaligus: penguatan kapasitas kader di organisasi dan keterlibatan mereka di tengah masyarakat. Keduanya dinilai saling menopang.
Sejarah Kepemimpinan Perempuan Aceh Jadi Bahan Refleksi
Pimpinan DPP Partai Aceh Ermiadi Abdul Rahman mengajak peserta mengkaji kembali sejarah perjuangan perempuan Aceh. Ia menyoroti kiprah Laksamana Malahayati, Cut Nyak Meutia, dan Sultanah Safiatuddin sebagai bagian dari keterlibatan perempuan Aceh dalam perjuangan dan kepemimpinan.
"Perempuan Aceh memiliki sejarah panjang dalam perjuangan. Semangat itu harus terus dijaga dan dilanjutkan oleh generasi perempuan hari ini," jelasnya.
Pembahasan sejarah itu diharapkan menjadi bahan refleksi bagi kader perempuan dalam memahami kontribusi perempuan di ruang publik. Tokoh-tokoh yang disebut menjadi rujukan bagaimana perempuan Aceh mengambil peran di ranah kepemimpinan.
Penguatan Kapasitas Kader hingga Pengambilan Keputusan Politik
Melalui pendidikan politik dan kepemimpinan tersebut, DPP Partai Aceh diharapkan memperkuat kapasitas kader perempuan agar berperan dalam organisasi, masyarakat, dan pengambilan keputusan politik. Kegiatan dua hari ini menjadi salah satu jalur kaderisasi yang menyasar langsung anggota perempuan partai.
Peserta dibekali pemahaman bahwa kerja politik perempuan tidak berhenti di forum. Nilai yang dibawa pulang diharapkan bergerak ke lingkungan tempat tinggal dan keluarga masing-masing.