Pencarian

DPP Partai Aceh Gelar Pendidikan Politik Perempuan di Banda Aceh, Angkat Peran Inong Jaga Marwah Nanggroe

Kamis, 15 Oktober 2026 • 07:02:31 WIB
DPP Partai Aceh Gelar Pendidikan Politik Perempuan di Banda Aceh, Angkat Peran Inong Jaga Marwah Nanggroe
Kader perempuan Partai Aceh mengikuti pendidikan politik dan kepemimpinan di Banda Aceh.

BANDA ACEH — Pendidikan politik dan kepemimpinan perempuan yang digelar DPP Partai Aceh menyasar kader perempuan dari berbagai wilayah. Selain membahas kaderisasi politik, forum ini menempatkan peran perempuan dalam keluarga sebagai bagian tak terpisah dari kerja organisasi.

Ketua panitia yang juga Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DPP Partai Aceh, Hj. Ummi Kalsum, menegaskan pertemuan itu tidak sekadar ajang koordinasi rutin. Menurutnya, peran perempuan tidak terbatas pada aktivitas politik formal.

Perempuan juga memiliki peran penting dalam keluarga, termasuk mendidik anak dan meneruskan nilai-nilai kepada generasi berikutnya. Ummi berharap semangat yang dibangun melalui kegiatan tersebut dapat diteruskan peserta kepada keluarga dan lingkungan masing-masing.

Peran Inong Aceh dalam Keluarga dan Organisasi

Dalam sambutannya, Ummi menyebut forum ini sebagai ruang silaturahmi sesama kader perempuan Partai Aceh. Ia juga mendorong perempuan yang tergabung dalam partai, termasuk Putroe Aceh, agar mengambil peran aktif dalam menjaga marwah nanggroe.

"Pertemuan malam ini sebagai pertemuan yang bermanfaat untuk silaturahmi dan koordinasi sesama inong Aceh," kata Ummi dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan, Rabu malam (14/10/2026).

Dorongan itu menyasar dua hal sekaligus: penguatan kapasitas kader di organisasi dan keterlibatan mereka di tengah masyarakat. Keduanya dinilai saling menopang.

Sejarah Kepemimpinan Perempuan Aceh Jadi Bahan Refleksi

Pimpinan DPP Partai Aceh Ermiadi Abdul Rahman mengajak peserta mengkaji kembali sejarah perjuangan perempuan Aceh. Ia menyoroti kiprah Laksamana Malahayati, Cut Nyak Meutia, dan Sultanah Safiatuddin sebagai bagian dari keterlibatan perempuan Aceh dalam perjuangan dan kepemimpinan.

"Perempuan Aceh memiliki sejarah panjang dalam perjuangan. Semangat itu harus terus dijaga dan dilanjutkan oleh generasi perempuan hari ini," jelasnya.

Pembahasan sejarah itu diharapkan menjadi bahan refleksi bagi kader perempuan dalam memahami kontribusi perempuan di ruang publik. Tokoh-tokoh yang disebut menjadi rujukan bagaimana perempuan Aceh mengambil peran di ranah kepemimpinan.

Penguatan Kapasitas Kader hingga Pengambilan Keputusan Politik

Melalui pendidikan politik dan kepemimpinan tersebut, DPP Partai Aceh diharapkan memperkuat kapasitas kader perempuan agar berperan dalam organisasi, masyarakat, dan pengambilan keputusan politik. Kegiatan dua hari ini menjadi salah satu jalur kaderisasi yang menyasar langsung anggota perempuan partai.

Peserta dibekali pemahaman bahwa kerja politik perempuan tidak berhenti di forum. Nilai yang dibawa pulang diharapkan bergerak ke lingkungan tempat tinggal dan keluarga masing-masing.

Follow redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: waspadaaceh.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks