ACEH — Smartfren menawarkan paket bundling smartphone Nubia A77 5G dengan kuota internet unlimited selama dua tahun seharga Rp 3,5 juta. Operator di bawah XLSmart itu menggandeng Nubia untuk mempercepat adopsi 5G di Indonesia, dengan jaringan yang diklaim menjangkau lebih dari 70 kota. Paket ini menyasar pengguna yang ingin beralih ke perangkat 5G tanpa biaya data bulanan terpisah.
Direktur dan Chief Commercial Officer XLSmart, David Arcelus Oses, menyatakan kolaborasi dengan Nubia dirancang agar teknologi 5G lebih mudah diakses masyarakat luas. Paket bundling tersedia melalui aplikasi MySmartfren, situs Smartfren, Smartfren Galeri, dan gerai Erafone. Dalam waktu dekat, perangkat juga akan dijual lewat aplikasi Dana.
Pembeli menerima smartphone Nubia A77 5G sekaligus layanan internet 5G unlimited selama dua tahun dalam satu harga Rp 3,5 juta. David menyebut paket ini untuk mendukung aktivitas digital harian, mulai dari bekerja, belajar, berkomunikasi, hingga menikmati hiburan.
Pengalaman internet menyesuaikan ketersediaan jaringan di lokasi pengguna. Di wilayah terjangkau 5G, pelanggan mendapat konektivitas 5G. Di area yang belum tercakup, akses tetap berjalan lewat 4G dengan kecepatan hingga 2 Mbps sesuai ketentuan paket.
Perangkat ini membawa layar 6,75 inci dengan refresh rate 120Hz dan baterai 5.000 mAh. Sektor kamera mengandalkan kamera belakang 50 MP AI Dual Camera serta kamera depan 8 MP.
Nubia A77 5G dipasangi RAM 6 GB plus 8 GB RAM dinamis dan memori internal 128 GB. Fitur lain mencakup NFC, sertifikasi IP64, dan pengisian daya cepat 22,5W.
XLSmart mengklaim jaringan 5G tanpa putus miliknya telah menjangkau lebih dari 70 kota di Indonesia. Cakupan itu termasuk sejumlah wilayah dengan 5G blanket coverage, ditopang lebih dari 265 ribu BTS.
Infrastruktur tersebut melayani lebih dari 69 juta pelanggan di seluruh Indonesia. Angka itu menempatkan Smartfren sebagai salah satu operator dengan basis pengguna besar yang kini mendorong migrasi perangkat ke 5G.
Hambatan adopsi 5G di Indonesia bukan hanya cakupan jaringan, tetapi juga kesiapan perangkat di tangan pengguna. Skema bundling memotong dua kendala sekaligus: harga perangkat dan biaya kuota data.
David menegaskan kolaborasi ini bagian dari upaya membuat 5G lebih mudah dinikmati masyarakat. "Kami ingin teknologi 5G semakin mudah dinikmati oleh lebih banyak masyarakat. Melalui kolaborasi dengan Nubia, pelanggan tidak hanya mendapatkan smartphone 5G, tetapi juga akses internet selama dua tahun dalam satu paket," kata David di Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Bagi pelaku bisnis digital, paket semacam ini berpotensi memperluas basis pengguna yang siap mengakses layanan berbasis bandwidth tinggi. Namun, pengalaman 5G tetap bergantung pada lokasi pengguna terhadap cakupan jaringan yang tersedia.