BANDA ACEH — Keputusan aklamasi peserta Muscab menempatkan Afdhal Khalilullah di kursi Ketua Kwarcab Pramuka Banda Aceh untuk lima tahun ke depan. Forum itu dihadiri unsur Forkopimda, Mabicab, Kwarda Aceh, pejabat pemerintah kota, pengurus Kwarcab, DKC, serta seluruh Ketua Kwaran se-Kota Banda Aceh.
Afdhal menyampaikan syukur atas kepercayaan yang kembali diberikan oleh seluruh Kwartir Ranting dan peserta musyawarah. Ia menyebut pembinaan karakter kaum muda Banda Aceh akan dilanjutkan dengan pola kerja yang lebih luas.
Prestasi yang Jadi Modal Afdhal di Periode Kedua
Dalam sambutannya, Afdhal menyinggung sejumlah capaian yang sudah diraih Kwarcab Banda Aceh selama kepemimpinannya. Ia menyebut lahirnya puluhan Pramuka Garuda hingga konsistensi sebagai juara umum Musabaqah Tunas Ramadan.
"Bersama-sama kita telah mengukir banyak prestasi, mulai dari lahirnya puluhan Pramuka Garuda, konsistensi sebagai juara umum Musabaqah Tunas Ramadan, hingga kiprah di tingkat nasional. Capaian ini harus kita tingkatkan dan sempurnakan bersama," ujar Afdhal.
Kiprah di tingkat nasional menjadi salah satu penanda yang ia angkat ke forum muscab. Bagi Afdhal, rekam jejak itu bukan garis akhir, melainkan dasar untuk memperluas jangkauan pembinaan di tingkat gugus depan.
Enam Misi Pramuka Banda Aceh 2026-2031
Untuk periode baru, Afdhal mengusung visi "Berkolaborasi Membangun Pramuka Kota Banda Aceh yang Bertaqwa, Berkarakter, Kreatif dan Inovatif". Visi itu diterjemahkan ke dalam enam misi utama yang menjadi arah kerja kepengurusan.
- Penguatan IMTAQ dan IMTEK
- Pembinaan karakter dan life skill
- Pembentukan kader bangsa yang berjiwa Pancasila dan siap Bela Negara
- Kepedulian terhadap masalah kemasyarakatan dan lingkungan
- Memperkokoh eksistensi organisasi
- Menjalin kerja sama lintas organisasi hingga tingkat internasional
Enam misi itu menempatkan Pramuka bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler. Afdhal ingin organisasi ini ikut menyentuh persoalan kemasyarakatan dan lingkungan di tingkat gampong.
Syariat Islam Jadi Pijakan Pembinaan
Banda Aceh memiliki kekhususan penerapan Syariat Islam. Afdhal menjadikan hal itu sebagai pijakan dalam membina anggota Pramuka di kota tersebut.
"Mari kita jadikan Muscab ini momentum persatuan untuk melahirkan tunas-tunas bangsa yang tangguh, berakhlak mulia, serta menjunjung tinggi Syariat Islam di bumi Banda Aceh tercinta," ujar Afdhal Khalilullah.
Muscab kali ini juga menjadi titik konsolidasi kepengurusan baru. Seluruh Ketua Kwaran se-Kota Banda Aceh yang hadir di Aula Balee Keurukon akan menindaklanjuti hasil musyawarah dengan program kerja di tingkat ranting masing-masing.
Bagi Afdhal, estafet pembinaan karakter kaum muda Banda Aceh kini berlanjut lima tahun lagi. Targetnya bukan hanya mempertahankan prestasi, tetapi memperluas dampak Pramuka ke kehidupan warga kota.