Rory McIlroy Dukung Tudingan LIV Golf Ingin Hancurkan DP World Tour

Penulis: Jonatan Nasution  •  Rabu, 04 November 2026 | 19:35:31 WIB
Pebulu golf Rory McIlroy berbicara menjelang Abu Dhabi Aldar Championship di Abu Dhabi.

ACEH — Rory McIlroy menegaskan LIV Golf memang berupaya menghancurkan DP World Tour, sekaligus menyerukan reset besar bagi golf profesional pria. Pebulu golf asal Irlandia Utara itu berbicara menjelang Abu Dhabi Aldar Championship, dan menilai era perang uang antar-tur sudah saatnya berakhir.

McIlroy menyampaikan pandangan itu di Abu Dhabi, tempat ia bersiap tampil pada Abu Dhabi Aldar Championship. Komentarnya muncul setelah CEO DP World Tour Guy Kinnings menyebut LIV Golf berusaha "menghancurkan" sirkuit Eropa lewat serangan terhadap event dan sponsor.

Pebulu golf peraih Green Jacket di Augusta National itu tidak hanya membenarkan pernyataan Kinnings. Ia menambahkan detail soal apa yang didengarnya langsung di Augusta awal tahun ini.

McIlroy: Mereka Mengambil Pemain dan Sponsor, Golf Jadi Perang Senjata

Dalam sesi wawancara jelang turnamen, McIlroy menyatakan sepakat penuh dengan Kinnings. Ia menyoroti cara LIV Golf merekrut pemain dan sponsor dari tur Eropa.

"Saya setuju dengan semua yang dikatakan Guy. Mereka mengambil pemain, mereka mengambil sponsor, mereka mengubah golf profesional menjadi perang senjata," kata McIlroy.

Ia juga mengklaim mendapat informasi langsung soal niat LIV Golf terhadap European Tour. Menurut McIlroy, hal itu dibicarakan terbuka di Augusta.

"Mereka berkeliling di Augusta sambil mengatakan ingin menghancurkan European Tour. Ya, saya setuju dengan semuanya. Saya pikir orang yang tidak setuju mungkin berpikiran sangat picik," ujarnya.

Asian Tour Jadi Contoh: Ditinggal Setelah Modal Awal

McIlroy memakai Asian Tour sebagai contoh dampak jangka panjang pendanaan LIV Golf. Menurutnya, International Series sempat mengangkat sirkuit Asia dalam beberapa tahun pertama.

"Ada sebagian dana yang mereka pakai dengan benar, menciptakan International Series di Asian Tour, bagus untuk beberapa tahun. Tapi setelah itu Asian Tour ditinggal," kata McIlroy.

Ia menilai pola itu bisa diprediksi sejak awal. Ketika imbal hasil investasi tidak muncul, pendukung LIV Golf disebutnya akan beralih ke sektor lain yang lebih menguntungkan.

PIF Setop Pendanaan, Pemain Mulai Kembali ke DP World Tour

Perubahan besar terjadi setelah Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi memastikan menghentikan pendanaan LIV Golf pada akhir musim. Keputusan itu diumumkan kurang dari tiga pekan setelah McIlroy mempertahankan Green Jacket di Augusta National pada April.

LIV Golf kini mendapatkan investasi baru dan bersiap relaunch pada 2027. Sejumlah pemain ternama seperti Jon Rahm, Tyrrell Hatton, dan Sergio Garcia memilih tidak memperpanjang kontrak dan kembali ke DP World Tour.

Rahm sendiri menyatakan alasannya pergi karena tidak bersedia mengikuti arah baru sirkuit tersebut. Keputusan itu memperkuat gambaran bahwa era perang uang mulai mereda.

Reset yang Diharapkan McIlroy untuk Golf Profesional Pria

McIlroy menyebut periode beberapa tahun terakhir sebagai masa yang aneh bagi golf profesional pria. Menurutnya, persaingan antar-tur memberi pemain daya tawar berlebihan.

"Kita akan melihat ini sebagai masa yang sangat aneh. Itu memberi pemain banyak pengaruh atas tur-tur, dan saya tidak yakin itu hal baik bagi kesehatan keseluruhan permainan profesional," kata McIlroy.

Ia menilai LIV Golf menciptakan ekonomi semu di golf profesional pria. Dengan pendanaan yang berhenti, McIlroy berharap ada reset agar tur-tur bisa berjalan lebih berkelanjutan.

"Beberapa pemain akan berpendapat itu tidak baik bagi pemain, tapi itu pemikiran jangka pendek. Jika kita ingin tur-tur ini masih ada 50 tahun lagi, harus ada praktik bisnis yang berkelanjutan," ujarnya.

Sky Sports telah menghubungi LIV Golf untuk meminta tanggapan atas pernyataan Kinnings yang diperkuat McIlroy. Hingga berita ini ditulis, belum ada respons resmi dari pihak liga.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: skysports.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top