ACEH BESAR — Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Tgk. Ahmada Mz menyambangi arena MTQ XXXV Kabupaten Aceh Besar di Aula Dayah Daruzzahidin, Lamceu, Kecamatan Kuta Baro. Kehadirannya dimaksudkan untuk melihat langsung jalannya perlombaan yang diikuti peserta dari berbagai kecamatan.
Dalam kunjungan itu, Ahmada Mz menyaksikan pelaksanaan lomba yang mempertemukan peserta, dewan hakim, panitia, dan warga setempat. Suasana arena digambarkan berlangsung semarak dengan semangat memuliakan Al-Qur'an.
Apa yang Dilihat Ahmada Mz di Arena MTQ?
Anggota DPD RI tersebut menelusuri area perlombaan dan menyaksikan langsung penampilan para peserta. Kesempatan itu dipakai untuk memastikan penyelenggaraan MTQ berjalan sesuai harapan sebagai ajang pembinaan keagamaan.
MTQ XXXV Aceh Besar mempertemukan peserta dari sejumlah kecamatan. Selain lomba membaca Al-Qur'an, kegiatan ini juga dinilai sebagai sarana pembinaan keagamaan, penguatan nilai-nilai Islam, dan pembentukan karakter generasi muda.
Makna MTQ bagi Generasi Muda Aceh Besar
Peserta diharapkan tidak berhenti pada kemampuan membaca Al-Qur'an. Pemahaman dan pengamalan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari menjadi target yang lebih jauh dari penyelenggaraan musabaqah.
Pelaksanaan MTQ juga menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat hubungan antarmasyarakat. Semangat kebersamaan yang terbangun selama kegiatan diharapkan terpelihara di lingkungan keluarga, lembaga pendidikan, maupun kehidupan bermasyarakat.
Pembinaan generasi Qur'ani membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari keluarga, lembaga pendidikan Islam, para ulama, hingga pemerintah. Sinergi itu dinilai penting untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur'an sejak dini.
Harapan agar Tradisi Mencintai Al-Qur'an Terus Terawat
Pelaksanaan MTQ XXXV Kabupaten Aceh Besar diharapkan memperkuat tradisi mencintai Al-Qur'an di tengah masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya meninggalkan prestasi bagi peserta, tetapi juga dampak positif bagi kehidupan keagamaan warga secara berkelanjutan.
MTQ XXXV Aceh Besar menjadi momentum menguatkan syiar Islam, menumbuhkan generasi Qur'ani, serta merawat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.