SUBULUSSALAM — Kunjungan Bunda PAUD Aceh Marlina Usman atau yang akrab disapa Kak Na ke PAUD-TK Islam Nurul Ahmad menjadi penegasan bahwa penguatan pendidikan anak usia dini tidak bisa bekerja sendiri. Kak Na menilai seluruh kebutuhan dasar anak, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga pengasuhan, mesti terpenuhi secara terpadu oleh banyak pihak.
Dalam pertemuan dengan para bunda pengajar, Kak Na menyampaikan apresiasi atas dedikasi mereka mendampingi anak-anak di satuan PAUD. Ia menyebut para bunda sebagai elemen penting dalam upaya mewujudkan PAUD yang holistik dan integratif.
“Para Bunda-bunda semua merupakan elemen penting bagi upaya kita mewujudkan PAUD yang holistik dan integratif. Terima kasih dan apresiasi yang tinggi kami sampaikan atas dedikasi bunda semua untuk ananda-ananda kita di PAUD,” ucap Kak Na.
Menurut Kak Na, penyelenggaraan PAUD Holistik Integratif membutuhkan sinergi pemerintah, tenaga medis, keluarga, masyarakat, dan lembaga terkait. Kolaborasi itu diarahkan untuk mendukung terwujudnya Generasi Indonesia Emas 2045.
Ia menegaskan kerja-kerja penguatan PAUD bukan hanya tanggung jawab satuan lembaga PAUD. Ada beban besar yang mesti dipikul bersama agar target pembangunan sumber daya manusia jangka panjang itu bisa tercapai.
“Dengan berbagai tugas berat tersebut, maka kerja-kerja ini bukan hanya berada di satuan lembaga PAUD tetapi merupakan kerja besar kita semua, agar target untuk mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045 dapat kita wujudkan,” ucapnya.
Kak Na juga mengingatkan pentingnya mendukung kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun. Kebijakan itu mencakup satu tahun pendidikan di PAUD atau TK sebelum anak memasuki pendidikan dasar.
Menurutnya, ketentuan tersebut harus menjadi perhatian semua pihak demi masa depan anak. Orang tua dan pengelola satuan pendidikan diminta memastikan anak-anak mendapatkan masa belajar di PAUD atau TK sebelum melanjutkan ke jenjang berikutnya.
“Pemerintah dengan program Wajib Belajar 13 Tahun, telah memasukkan 1 tahun belajar di PAUD atau TK sebelum anak-anak kita melanjutkan ke jenjang pendidikan dasar dan menengah. Ini tentu harus menjadi perhatian bagi kita demi masa depan ananda kita semua,” pungkasnya.
Selain berdialog dengan para pengajar, Kak Na turut berinteraksi langsung dengan anak-anak di PAUD-TK Islam Nurul Ahmad. Pada kesempatan itu, ia membagikan paket tas serta perlengkapan sekolah.
Pembagian perlengkapan belajar menjadi penutup rangkaian kunjungan di Desa Subulussalam Timur. Dukungan serupa diharapkan terus berjalan agar kebutuhan dasar anak usia dini di Kota Subulussalam terpenuhi secara menyeluruh.