BANDA ACEH — Peringatan dini gelombang tinggi BMKG menyasar dua wilayah perairan Aceh sekaligus, yakni Aceh Besar-Meulaboh dan Selatan Simeulue. Dua titik itu masuk kategori gelombang sedang dengan rentang ketinggian 1,25 sampai 2,5 meter.
Masa berlaku peringatan terhitung sejak 4 November pukul 10.43 WIB sampai 7 November pukul 10.44 WIB. Rentang waktu itu memberi nelayan tiga hari untuk menyesuaikan jadwal melaut.
Pemicu Gelombang: Belokan Angin dan Suhu Laut Hangat
BMKG memaparkan belokan angin dan konvergensi yang terpantau di wilayah Aceh berpotensi memicu aktivitas konvektif. Aktivitas itu yang menambah tinggi gelombang di dua perairan tersebut.
Suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia bagian barat Sumatera turut memperbesar kandungan uap air di atmosfer. Kondisi serupa berlaku di perairan utara dan timur Aceh.
Pola angin di wilayah Aceh umumnya bergerak dari arah timur laut hingga tenggara. Kecepatannya berkisar 4 sampai 17 knot.
Nelayan dan Operator Kapal Diminta Waspada
Masyarakat, terutama nelayan dan pengguna jasa transportasi laut, perlu mencermati perkembangan informasi cuaca maritim. BMKG mengingatkan potensi gelombang selama periode peringatan berlangsung.
Perahu kecil dan kapal nelayan paling rentan terhadap gelombang 2,5 meter. Operator angkutan penyeberangan di sekitar Simeulue juga disarankan mengecek kondisi perairan sebelum berlayar.
Informasi terbaru soal cuaca dan gelombang laut bisa diakses lewat kanal resmi BMKG. Pembaruan berkala penting karena kondisi angin di perairan Aceh bisa berubah cepat.