ACEH BESAR — Muker PMI Aceh 2026 dihadiri sekitar 80 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Aceh. Acara ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus evaluasi peran PMI di tengah menjamurnya lembaga kemanusiaan lain.
PMI Harus Kembali Berjaya, Bukan Sekadar Satu dari Banyak Lembaga
Muharram Idris mengingatkan sejarah panjang PMI dalam penanganan bencana dan pelayanan donor darah sejak awal kemerdekaan. Namun, ia mengakui kini banyak organisasi lain bergerak di bidang serupa.
“Dulu, ketika berbicara kemanusiaan, yang terlintas hanya PMI. Sekarang banyak lembaga lain, tapi PMI harus tetap menjadi yang terdepan,” tegasnya di hadapan pengurus PMI se-Aceh.
Relawan Diminta Jadi yang Pertama Tiba dan Terakhir Meninggalkan Bencana
Ketua PMI Aceh, Murdani Yusuf, menekankan kesiapsiagaan relawan sebagai kunci respons bencana. Ia menargetkan PMI hadir paling cepat saat bencana melanda dan menjadi yang terakhir meninggalkan lokasi.
“Itu komitmen kita dalam melayani kemanusiaan,” ujarnya.
Pesan ini relevan karena Aceh merupakan daerah rawan gempa dan tsunami. Sejarah mencatat, PMI menjadi tulang punggung evakuasi dan logistik pasca-tsunami 2004.
Netralitas Jadi Kunci Kepercayaan Publik
Ketua Bidang Organisasi PMI Pusat, Sudirman Said, memberikan pengingat penting dalam forum tersebut. Ia menyebut netralitas sebagai kekuatan utama PMI yang tidak boleh tergerus.
“PMI harus tetap menjadi organisasi yang dipercaya masyarakat. Netralitas adalah kekuatan utama kita dalam menjalankan misi kemanusiaan,” katanya.
Pernyataan ini muncul di tengah dinamika politik lokal yang kerap mempengaruhi organisasi sosial di daerah.
Muker Tiga Hari, Hasilkan Program Kerja 2026
Ketua Panitia, Teuku Ibrahim, menyampaikan musyawarah kerja ini akan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Peserta akan merumuskan program kerja dan strategi penguatan kapasitas relawan di seluruh Aceh.
“Kami berharap hasil muker ini bisa langsung diimplementasikan di lapangan,” ujarnya.
PMI Aceh saat ini memiliki ribuan relawan yang tersebar di 23 kabupaten/kota. Sebagian besar adalah sukarelawan terlatih dalam penanganan bencana dan pertolongan pertama.