BANDA ACEH — Harga emas per mayam di ibu kota Provinsi Aceh ini terus merangkak naik. Berdasarkan pantauan harga yang beredar di kalangan pedagang, kenaikan hari ini terjadi di tengah tren penguatan harga emas dunia yang masih berlanjut.
Kenaikan Rp50.000 Per Mayam, Berapa Ongkos Buatnya?
Harga yang berlaku pada Rabu (3/6/2026) itu belum termasuk ongkos pembuatan perhiasan. Para pedagang mematok biaya tambahan antara Rp200 ribu hingga Rp250 ribu per mayam, tergantung tingkat kerumitan model yang dipesan pembeli.
Sehari sebelumnya, harga emas di Banda Aceh masih bertengger di Rp7.960.000 per mayam. Artinya, dalam dua hari terakhir, harga logam mulia ini sudah menguat total sekitar Rp100 ribu per mayam.
Apa yang Mendorong Harga Emas Lokal Ikut Naik?
Kenaikan harga emas di Banda Aceh disebut tak lepas dari pergerakan harga emas global yang masih menunjukkan tren positif. Pedagang emas di Aceh biasanya merujuk pada dinamika pasar internasional serta harga emas nasional sebagai acuan utama.
Selain faktor global, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga ikut memengaruhi fluktuasi harga di tingkat lokal. Dalam beberapa pekan terakhir, ketidakpastian ekonomi global dan arah kebijakan moneter negara-negara besar membuat harga emas bergerak fluktuatif dalam waktu singkat.
Harga Emas Antam Justru Stabil
Berbeda dengan harga emas perhiasan di Banda Aceh, harga emas batangan bersertifikat Antam dari PT Aneka Tambang Tbk justru terpantau stabil pada perdagangan hari yang sama. Emas Antam pecahan satu gram masih bertahan di level Rp2.774.000 per gram.
Harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga tak bergerak, yakni berada di angka Rp2.584.000 per gram. Stagnasi ini menunjukkan pasar logam mulia nasional belum mengalami perubahan signifikan pada hari ini.
Prospek Harga: Masih Berpotensi Fluktuatif
Para pelaku pasar memperkirakan harga emas di Banda Aceh masih akan bergerak naik-turun dalam beberapa hari ke depan. Pergerakan tersebut sangat tergantung pada perkembangan harga emas dunia, kondisi ekonomi global, serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Meski kerap berubah, emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati masyarakat Aceh. Logam mulia ini dinilai lebih aman saat kondisi ekonomi global tidak menentu dibandingkan instrumen investasi lainnya.