SUKA MAKMUE — Pemerintah Kabupaten Nagan Raya mengebut penyelesaian kajian pendirian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang akan fokus pada sektor pangan dan energi. Rapat evaluasi dan penyamaan persepsi digelar di Aula Inspektorat setempat, Senin (8/6/2026), sebagai tahap akhir sebelum dokumen dikirim ke pemerintah pusat.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Nagan Raya, Amran Yunus, yang mewakili Bupati Dr. TR. Keumangan, menegaskan percepatan ini adalah langkah strategis. “Setelah dokumen kajian difinalisasi, kami akan segera mengajukannya kepada Kemendagri guna memperoleh evaluasi dan persetujuan sesuai peraturan perundang-undangan,” ujarnya dalam sambutan.
Dua Sektor Strategis: Pangan dan Energi
Kajian ini mencakup dua sektor vital bagi daerah. Tim kajian dari Pusat Riset Komunikasi, Pemasaran, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Kita Kreatif) Universitas Syiah Kuala (USK) memaparkan hasil studi kelayakan secara terpisah. Muhammad Iqbal Fajri menyampaikan materi untuk sektor pangan, sementara Dr. Ir. Edi Munawar mengupas sektor energi.
Amran Yunus berharap proses pembentukan BUMD tidak sekadar formalitas. “Semoga dokumen ini segera disetujui Kemendagri agar BUMD dapat direalisasikan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Kemendagri dan Akademisi Turut Serta
Rapat yang digelar secara virtual itu menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan. Dari Kementerian Dalam Negeri, hadir Direktur BUMD, BLUD, dan Barang Milik Daerah Ditjen Bina Keuangan Daerah, Drs. H. Yudia Ramli, M.Si., serta Kasubdit BUMD, Lembaga Keuangan dan Aneka Usaha, Bambang Ardianto. Sementara dari akademisi, Guru Besar Fakultas Ekonomi USK, Prof. Dr. Mukhlis Yunus, turut memberikan masukan.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Bagian Perekonomian Setdakab Nagan Raya bersama tim peneliti USK. Amran Yunus didampingi sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) dan pejabat terkait di lingkungan Pemkab Nagan Raya.
Target: Pelayanan Masyarakat Lebih Optimal
Pembentukan BUMD ini dinilai krusial untuk mengelola potensi daerah secara profesional. Sektor pangan dan energi dipilih karena keduanya memiliki dampak langsung terhadap hajat hidup warga. Dengan adanya BUMD, Pemkab Nagan Raya berharap bisa meningkatkan pelayanan publik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Rapat kemudian dilanjutkan dengan pemaparan teknis dari tim kajian. Seluruh masukan dari Kemendagri dan akademisi akan diintegrasikan ke dalam dokumen final sebelum diajukan ke Jakarta. [*]