ACEH — Tim redaksi Suara.com berkesempatan menjajal langsung Mitsubishi Xforce HEV pada akhir pekan lalu, menempuh rute Jakarta hingga Karawang. Pengujian dilakukan di jalan tol layang MBZ, jalanan perkotaan Karawang Baru, hingga fasilitas proving ground milik Bridgestone. Kesan pertama yang langsung terasa adalah perubahan signifikan pada karakter suspensi yang kini jauh lebih empuk.
Bantingan Suspensi yang Lembut di Semua Medan
Duduk di kursi baris kedua saat melintasi tol layang MBZ yang bergelombang, bantingan Xforce HEV terasa lebih lembut dibanding varian lawas. Hal ini bertahan meskipun pengemudi memilih mode EV Mode, salah satu dari tujuh drive mode yang tersedia. Di jalanan Karawang Baru yang penuh kerikil dan tak beraspal, Gravel Mode diaktifkan dan awak redaksi di kursi belakang mengaku terkejut dengan minimnya guncangan.
PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) sebelumnya mengonfirmasi bahwa suspensi dan sasis adalah dua bagian yang mengalami penyempurnaan pada Xforce terbaru, termasuk varian HEV. Penyempurnaan ini diklaim mampu menjaga traksi dan stabilitas saat melaju di jalanan berbatu dan berlubang.
Performa Mesin Hybrid yang Lebih Instan dan Senyap
Xforce HEV kini dipacu mesin 1.6L DOHC MIVEC yang lebih besar dari varian lawas, dipadukan dengan motor listrik. Sistem ini menghasilkan tenaga motor 116 PS dan torsi motor 255 Nm, serta tenaga mesin 107 PS dan torsi mesin 134 Nm. Pendekatan unik pada mobil hybrid ini membuat motor listrik lebih dominan di mayoritas kondisi, terutama saat mulai berjalan, kecepatan rendah, dan lalu lintas perkotaan.
Hasilnya, akselerasi terasa lebih kencang dan instan, linear, serta kabin lebih senyap. Saat melaju menggunakan EV Mode, pengalaman berkendara terasa mulus dengan tenaga yang mudah dikendalikan.
Klaim Efisiensi 1.000 Km Belum Teruji Penuh
Satu hal yang belum maksimal dalam test drive kali ini adalah pengujian klaim efisiensi bahan bakar. MMKSI menyebut Xforce HEV bisa menempuh jarak 1.000 km jika tangki berkapasitas 42 liternya terisi penuh. Dari pengujian sementara, konsumsi bahan bakar tercatat mencapai 19,7 km per liter, namun redaksi belum bisa memverifikasi klaim jarak tempuh maksimal tersebut secara menyeluruh.