MEUREUBO — Peristiwa karhutla di Aceh Barat melanda Kecamatan Meureubo, Samatiga, Johan Pahlawan, dan Woyla Barat. Berdasarkan data BPBD setempat, total lahan yang terbakar mencapai 12,5 hektare dengan rincian: 0,5 hektare di Desa Gunong Kleng (Meureubo); 4 hektare di Desa Cot Seumeureng dan 3 hektare di Desa Paya Lumpat (Samatiga); 1 hektare di Desa Lapang dan 2 hektare di Desa Leuhan (Johan Pahlawan); serta 2 hektare di Desa Blang Luah (Woyla Barat) pada titik pertama, satu titik lain masih dipantau.
Angin Kencang dan Sumber Air Terbatas Jadi Kendala Utama
“Kami bersama teman-teman tim gabungan masih terus berupaya memadamkan api,” kata Teuku Ronal, Sabtu lalu. Ia mengakui di lapangan tim menghadapi kendala berat, terutama minimnya sumber air di sekitar lokasi kebakaran serta hembusan angin kencang yang cepat meluas.
Fokus pemadatan saat ini diarahkan ke Kecamatan Samatiga dan Johan Pahlawan yang dinilai paling rawan. Pada Jumat hingga Sabtu (24–25/7) tim melanjutkan operasi penyekatan di Desa Lapang, Johan Pahlawan.
Tim Gabungan dan Peralatan Dikerahkan
Operasi pemadaman melibatkan sinergi lintas unsur: BPBD Aceh Barat, Pos Damkar Meureubo, Pos Damkar Woyla dan Arongan, TNI, Polri, masyarakat setempat, serta UKM PK Universitas Teuku Umar (UTU). BPBD menurunkan satu unit armada D-Max, satu unit Panther pick-up, tiga unit mesin pompa air beserta rangkaian selang, dan satu unit drone untuk pemantauan titik api dari udara.
Teuku Ronal menambahkan, tim terus berjibaku melakukan penanganan dan penyekatan di titik-titik rawan. Belum ada laporan korban jiwa, namun upaya pemadaman masih terus dilanjutkan hingga api benar-benar padam.