ACEH — Penawaran sistem persenjataan tersebut disampaikan langsung oleh PM Anutin Charnvirakul di hadapan Presiden Prabowo. Menurut Anutin, model AWAV yang ditawarkan merupakan kendaraan yang tengah aktif dioperasikan oleh Korps Marinir Kerajaan Thailand. "Saya mengusulkan agar kita memperluas kerja sama di industri pertahanan. Thailand siap memasok 36 kendaraan lapis baja amfibi beroda (AWAV) untuk Korps Marinir Indonesia," ujar Anutin dalam keterangan resmi setelah pertemuan.
Model Kendaraan yang Ditawarkan dan Fokus Latihan Militer
Kendaraan yang ditawarkan tersebut dirancang untuk operasi pendaratan amfibi dan mobilitas taktis di medan sulit. Meski demikian, spesifikasi teknis terkait varian dan nilai kontrak belum dirinci lebih lanjut dalam pernyataan resmi kedua pemimpin. Di luar aspek pengadaan alutsista, pertemuan ini juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas personel militer kedua negara.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa kerja sama pertahanan tidak hanya berhenti pada transfer peralatan, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia. "Kita harus meningkatkan jumlah dan tingkat pelatihan bersama antara kedua angkatan pertahanan. Kita harus meningkatkan pertukaran perwira dalam pelatihan dan pendidikan," kata Prabowo. Ia menilai latihan gabungan yang lebih intensif akan memperkuat profesionalisme prajurit dan mempererat hubungan strategis di kawasan.
Strategi Stabilitas Kawasan dan Hubungan Sejarah Kedua Negara
Bagi Indonesia, penguatan kerja sama dengan Thailand merupakan pilar penting dalam menjaga stabilitas di kawasan Asia Tenggara. Prabowo menghubungkan eratnya hubungan bilateral kedua negara dengan masa depannya ASEAN. "Jika Thailand dan Indonesia bekerja sama dengan sangat erat, ini dapat berkontribusi pada ASEAN yang lebih kuat dan stabil," tuturnya.
Hubungan pertahanan kedua negara sejatinya telah berjalan lama. PM Anutin mengingatkan kembali ikatan personal antara dirinya dengan Presiden Prabowo yang pernah berlatih bersama pasukan khusus Thailand. "Saya sangat senang mengetahui bahwa bapak presiden pernah berlatih bersama pasukan khusus Thailand saat Anda bertugas di pasukan khusus Indonesia," ungkap Anutin. Ia juga menyebut keberhasilan pertemuan komite tingkat tinggi kedua negara di Bangkok pada Februari 2026 sebagai fondasi bagi kerja sama yang lebih konkret.
Kesiapan Thailand dan Tindak Lanjut Kerja Sama
Pemerintah Thailand menyatakan kesiapannya untuk memperluas kerja sama di sektor industri pertahanan, termasuk membuka peluang penggunaan produk pertahanan buatan Thailand di Indonesia. "Saya sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk menggunakan produk kami di negara Indonesia," kata Anutin menanggapi peluang yang diberikan Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, PM Anutin menegaskan keinginan Thailand untuk memperkuat kolaborasi di bidang pertahanan dan keamanan melalui latihan gabungan rutin, pertukaran informasi intelijen, hingga kerja sama keamanan maritim dengan TNI. Pertemuan ini menjadi penanda meningkatnya intensitas diplomasi pertahanan Indonesia-Thailand di tengah dinamika geopolitik regional yang semakin kompleks.