MEULABOH — Sebanyak 70 tenaga profesional dan pekerja konstruksi di Kabupaten Aceh Barat mengikuti pembekalan sebelum menjalani uji Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK). Pelatihan yang digelar di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) ini menyasar empat jenjang keahlian berbeda.
Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, menyebut kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan tenaga kerja lokal agar mampu bersaing dan menerapkan standar profesional di dunia konstruksi. Para peserta merupakan tenaga ahli yang sudah memiliki pengalaman kerja, namun belum mengantongi jenjang sertifikasi formal.
Empat Jenjang Sertifikasi yang Dibuka
Pelatihan ini mempersiapkan peserta untuk seleksi uji pada empat bidang keahlian, yaitu pelaksana gedung level 5, pelaksana jalan level 5, pemeliharaan jembatan level 6, serta supervisor K3 konstruksi level 5.
Untuk menjaga kualitas pembekalan, panitia menghadirkan pemateri dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII) yang juga dosen Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh sekaligus Sekretaris PII Kabupaten Aceh Barat. Adapun proses asesmen dan penilaian sertifikasi melibatkan penilai resmi dari Gabungan Tenaga Ahli Tenaga Terampil Konstruksi Indonesia (GATENSI).
Menekan Kekurangan pada Proyek Sebelumnya
Fadly Octora menuturkan, sertifikasi ini diharapkan meminimalisir berbagai kekurangan dalam pelaksanaan proyek konstruksi yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Sertifikat yang diperoleh nantinya tidak hanya berlaku untuk pekerjaan di lingkungan Dinas PUPR, tetapi juga dapat diterapkan di sektor industri lain seperti pertambangan dan dunia kerja profesional secara umum.
Sementara itu, Asisten Bidang Pembangunan Sekdakab Aceh Barat, Wistha Nowar, menambahkan bahwa kepemilikan sertifikat kompetensi kini menjadi persyaratan mutlak dalam regulasi pengadaan barang dan jasa pemerintah. Dengan adanya sertifikasi ini, tenaga kerja lokal dan putra daerah diharapkan memiliki daya saing tinggi untuk terlibat dalam proyek-proyek pembangunan.
Dampak pada Penurunan Angka Pengangguran
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap pelatihan ini memastikan seluruh pengerjaan infrastruktur di wilayahnya memenuhi kaidah teknis serta jaminan keselamatan kerja. Lebih jauh, peningkatan kapasitas SDM ini dinilai berkontribusi langsung pada penurunan angka pengangguran di Kabupaten Aceh Barat.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pembangunan sekaligus memperkuat daya saing tenaga kerja lokal di pasar industri yang semakin kompetitif.