Medan, sebagai kota dengan kekayaan kuliner dan budaya yang kuat, selalu menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin membawa pulang buah tangan. Pemerintah Kota Medan mencatat ikan teri Medan dan sirup markisa sebagai produk unggulan UMKM, menjadikannya buruan utama. Selain itu, kain ulos, kopi, dan berbagai cendera mata juga kerap menjadi pilihan. Namun, menemukan pusat oleh-oleh yang murah dan berkualitas bisa menjadi tantangan tersendiri. Berikut adalah ulasan mendalam tentang 15 tempat yang bisa dicoba untuk berburu oleh-oleh hemat di Medan.
Setelah menikmati kuliner dan destinasi wisata, aktivitas mencari oleh-oleh menjadi agenda yang tak kalah menarik. Pilihan tempatnya pun beragam, mulai dari toko khusus makanan, gerai suvenir, pasar tradisional, hingga pusat perbelanjaan yang menyediakan produk khas Sumatera Utara dengan berbagai kisaran harga.
15 Rekomendasi Pusat Oleh-Oleh Murah di Medan
Bagi yang ingin berbelanja praktis tanpa menguras kantong, pemilihan lokasi menjadi faktor kunci. Berikut 15 rekomendasi yang bisa dimasukkan dalam daftar kunjungan.
1. I Love Medan
Bagi pencari cendera mata dengan identitas khas kota, I Love Medan adalah pilihan tepat. Toko ini menjual kaus, tas, gantungan kunci, hingga pakaian dengan desain yang menampilkan ikon Medan. Produk nonmakanan ini cocok untuk buah tangan karena tidak memiliki masalah kedaluwarsa. Desain yang menampilkan landmark kota membuat suvenir terasa lebih personal. Sebelum membeli dalam jumlah banyak, membandingkan ukuran, bahan, dan harga antarpilihan tetap penting karena variasi kualitasnya cukup lebar.
2. Bika Ambon Zulaikha
Bika Ambon selalu dikaitkan dengan Medan, meski namanya memuat kata “Ambon”. Kue ini memiliki tekstur berongga dan kenyal dengan aroma khas dari proses fermentasi serta perpaduan santan, telur, gula, dan bahan lainnya. Bika Ambon praktis dibawa karena dapat bertahan beberapa hari. Berdasarkan informasi yang dipublikasikan, daya tahan pada suhu ruang umumnya sekitar tiga hingga empat hari, sedangkan penyimpanan dalam wadah tertutup di lemari pendingin dapat memperpanjang masa simpannya. Varian original cocok untuk rasa klasik, sedangkan pandan, keju, atau rasa lainnya bagi pencinta kreasi modern.
3. Bolu Gulung Meranti
Bolu Gulung Meranti adalah nama yang kerap muncul saat membicarakan oleh-oleh populer Medan. Kue gulung ini memiliki tekstur lembut dengan pilihan isian seperti keju, cokelat, mocha, dan durian. Bolu ini cocok dinikmati bersama keluarga setelah perjalanan. Produk ini dikenal luas sebagai buah tangan Medan, bersama Bika Ambon dan makanan khas lainnya.
4. AWI Coffee
Kopi adalah buah tangan yang lebih awet dibandingkan kue basah. AWI Coffee bisa dipertimbangkan bagi pencinta kopi yang ingin membawa pulang cita rasa Sumatera Utara. Kopi Sidikalang menjadi produk menarik karena berasal dari Dairi. Untuk perjalanan jauh, kopi bubuk dengan kemasan rapat lebih praktis, sementara biji kopi bisa jadi alternatif bagi yang memiliki alat penggiling sendiri.
5. Toko Nusantara
Toko Nusantara menawarkan berbagai jenis makanan dalam satu tempat, seperti kue, cokelat, teri Medan, bolu, dan camilan lainnya. Konsep ini menghemat waktu karena tidak perlu berpindah lokasi. Kisaran harganya memungkinkan pembelian sesuai anggaran. Teri Medan adalah produk unggulan yang resmi disebut sebagai oleh-oleh khas dan produk ikonik kuliner Kota Medan.
6. Jegez Gallery
Jegez Gallery menjadi alternatif untuk oleh-oleh nonkuliner, seperti pakaian, gantungan kunci, dan kain tradisional. Kain ulos memiliki nilai budaya yang kuat dengan corak, warna, dan jenis penggunaan yang khas dalam tradisi Batak. Ulos tidak hanya berfungsi praktis, tetapi juga menyimpan cerita budaya.
7. Medan Napoleon
Medan Napoleon pernah populer sebagai oleh-oleh kekinian dengan kue berlapis pastry dan berbagai varian rasa. Cocok untuk pembeli yang ingin makanan tampilan modern. Namun, karena termasuk produk kue, periksa tanggal produksi dan masa simpan sebelum membeli.
8. Toko Sirup Markisa Medan
Sirup markisa memiliki keterkaitan kuat dengan Sumatera Utara dan termasuk produk unggulan UMKM. Rasanya asam-manis dan menyegarkan. Produk dalam botol mudah dibagikan karena satu kemasan bisa dinikmati bersama. Pastikan kemasan tersegel baik dan terlindung selama perjalanan.
9. Pusat Pasar Medan
Pusat Pasar menawarkan suasana perdagangan tradisional dengan produk makanan, pakaian, kain, dan kebutuhan rumah tangga. Pasar ini memiliki sejarah panjang; berdasarkan dokumen penelitian Pemerintah Kota Medan, pasar mulai dibuka pada 1 Maret 1933 dan beberapa kali dibangun kembali setelah kebakaran. Kemampuan membandingkan harga sangat penting di sini—berkeliling beberapa kios dapat membantu mendapatkan harga lebih sesuai.
10. Durian House Medan
Durian House menjadi pilihan bagi pencinta durian dengan produk seperti pancake durian, bolu durian, atau dodol durian. Namun, tidak semua olahan durian tahan lama. Produk dengan bahan segar sebaiknya dibeli mendekati waktu keberangkatan dan disimpan sesuai petunjuk produsen.
11. Galeri Ulos Sianipar
Galeri Ulos Sianipar menyediakan kain ulos dan produk kerajinan budaya Batak. Ulos bukan sekadar kain bercorak tradisional, tetapi memiliki nilai lebih dibandingkan suvenir massal. Pilih motif dan ukuran sesuai fungsi; untuk cendera mata, kain berukuran kecil lebih praktis.
12. Toko Teri Bajak
Teri Medan menarik untuk dibawa pulang karena bisa diolah menjadi berbagai masakan. Produk ikan olahan termasuk kategori perdagangan pangan yang berkembang di Medan. Perhatikan warna, aroma, kondisi kemasan, dan informasi produksi. Kemasan kedap udara membantu mengurangi aroma yang menyebar ke barang lain.
13. Lemang Panas Jaya
Lemang terbuat dari ketan dan santan dengan rasa gurih, cocok dinikmati dengan pendamping manis. Karena termasuk makanan basah, perhitungkan waktu pembelian dengan jadwal perjalanan. Lemang paling tepat dibeli mendekati waktu konsumsi.
14. Pasar Ikan Lama
Pasar Ikan Lama adalah alternatif untuk kain, pakaian, dan produk tekstil. Namanya tercatat dalam dokumen tata ruang Kota Medan sebagai kawasan perdagangan di Jalan Perniagaan. Berbelanja di pasar butuh ketelitian; bandingkan harga dan kualitas, terutama jika membeli banyak barang.
15. Kualanamu International Airport
Bandara Kualanamu menjadi pilihan terakhir bagi yang belum sempat membeli buah tangan. Tersedia produk seperti kue, bika ambon, dodol, dan makanan kemasan. Keuntungannya adalah faktor praktis—barang bisa dibeli menjelang keberangkatan. Namun, periksa pilihan dan harga karena bisa berbeda dari toko di pusat kota. Kantor Bea Cukai Kualanamu juga menyediakan informasi resmi tentang pelayanan kepabeanan dan aturan barang bawaan.
Tips Berburu Oleh-Oleh agar Tetap Hemat
Berburu oleh-oleh murah tidak selalu berarti memilih produk termurah. Kualitas, ukuran, masa simpan, dan biaya membawa barang juga harus dipertimbangkan.
Pertama, buat daftar penerima dan jumlah barang sebelum berbelanja untuk mencegah pembelian berlebihan. Kedua, prioritaskan produk mudah dibawa jika perjalanan masih panjang—kopi, sirup, teri kering, keripik, dan camilan kemasan lebih praktis. Ketiga, bandingkan harga untuk produk yang sama; pasar tradisional menawarkan banyak pilihan, sedangkan toko khusus memberikan kemasan lebih rapi. Keempat, periksa tanggal produksi dan kedaluwarsa, terutama untuk makanan basah; Bika Ambon, misalnya, memiliki masa simpan lebih pendek daripada kopi atau ikan kering. Terakhir, sisakan ruang di tas; oleh-oleh spontan sering membuat bagasi penuh, dan jika naik pesawat, berat bagasi perlu diperhitungkan sejak awal.
Penutup
Medan menawarkan pilihan buah tangan yang luas, dari makanan khas hingga kain tradisional, sehingga bisa disesuaikan dengan anggaran dan kebutuhan. Dengan memilih lokasi cermat, membandingkan harga, dan memperhatikan daya tahan produk, belanja bisa lebih hemat dan praktis. Untuk pengalaman belanja lengkap, pusat oleh-oleh murah di Medan layak masuk dalam agenda perjalanan.