Pencarian

Anthropic Raup Pendapatan Rp 1.000 Triliun, IPO Rp 32.000 Triliun Makin Dekat

Selasa, 18 Agustus 2026 • 07:51:01 WIB
Anthropic Raup Pendapatan Rp 1.000 Triliun, IPO Rp 32.000 Triliun Makin Dekat
Anthropic mencatatkan pendapatan tahunan berjalan USD 120 miliar, melampaui proyeksi awal para investor.

ACEH — Laju pertumbuhan pendapatan Anthropic disebut-sebut melampaui rekor historis perusahaan teknologi mana pun. Berdasarkan laporan Bloomberg, Senin (28/7), pendapatan tahunan berjalan perusahaan bertambah USD 18 miliar hanya dalam kurun dua bulan. Angka ini menggambarkan proyeksi pendapatan satu tahun penuh berdasarkan kinerja periode terakhir.

Proyeksi Pendapatan Tembus USD 120 Miliar

Financial Times melaporkan, para investor Anthropic yakin perusahaan mampu mempertahankan laju pertumbuhan ini hingga akhir tahun. Target pendapatan tahunan berjalan dipatok antara USD 100 miliar hingga USD 120 miliar (sekitar Rp 1.650 triliun sampai Rp 1.980 triliun).

Sebagai pembanding, kompetitor utama sekaligus rival berat, OpenAI, baru mencatatkan pendapatan tahunan berjalan USD 40 miliar per akhir 2025. Angka itu memang dua kali lipat dari posisi akhir tahun sebelumnya, namun laju pertumbuhan Anthropic jauh lebih agresif dan dinilai lebih mampu memikat hati investor.

IPO Lebih Dulu dari OpenAI, Valuasi Capai USD 2 Triliun

Kabar hangat lainnya, kedua raksasa AI ini sama-sama telah mengajukan dokumen IPO secara rahasia. Namun, sumber Financial Times menyebut Anthropic diprediksi melantai di bursa lebih dulu, kemungkinan besar pada musim gugur tahun ini.

Jika terealisasi, Anthropic akan meminta valuasi publik sebesar USD 2 triliun (sekitar Rp 33.000 triliun). Angka tersebut berpotensi menjadikannya debut pasar saham terbesar dalam sejarah, mengalahkan rekor-rekor IPO perusahaan teknologi sebelumnya. Valuasi terakhir Anthropic tercatat di angka USD 965 miliar pada akhir Mei 2026, tepat setelah perusahaan mengumumkan perolehan dana segar senilai USD 65 miliar.

Metode Hitung Beda, Pertumbuhan Tetap Jadi Raja

Perlu dicatat, Anthropic dan OpenAI mungkin menggunakan metodologi perhitungan pendapatan yang berbeda. Meski begitu, sentimen pasar terhadap pertumbuhan Anthropic jauh lebih positif. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa investor global mulai melirik pemain AI alternatif di luar OpenAI, yang selama ini dianggap penguasa pasar.

Bagi pengguna teknologi di Indonesia, kabar ini menarik untuk diikuti. Semakin besar pendapatan Anthropic, semakin besar pula dana riset yang bisa digelontorkan untuk pengembangan model Claude. Artinya, kualitas layanan AI yang bisa diakses publik, termasuk dari Indonesia, berpotensi meningkat signifikan dalam waktu dekat.

Follow redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks