KOTA LANGSA — Ribuan pelajar dari tingkat SD hingga SMA di Kota Langsa memadati Lapangan Merdeka untuk mengikuti pawai budaya dalam rangka memperingati HUT RI ke-81. Mereka menampilkan beragam pakaian adat tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke.
Pawai yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga 13.30 WIB ini menempuh rute melewati beberapa jalan utama di pusat Kota Langsa. Berbagai jenis pakaian adat Aceh turut ditampilkan oleh pelajar SMAN 3 Kota Langsa dalam pergelaran tersebut.
Kreasi Busana dari Daur Ulang hingga Pakaian Dinas
Selain pakaian adat tradisional, para peserta juga menampilkan pakaian nasional, kreasi baru, hingga busana berbahan daur ulang barang tak terpakai. Sejumlah sekolah menampilkan pakaian budaya kreasi, termasuk siswi MAN 2 Langsa dan SMAN 2 Kota Langsa yang mempersembahkan rancangan busana khas mereka.
Tidak ketinggalan, pakaian resmi ASN serta dinas lembaga vertikal juga turut meramaikan pawai budaya tersebut. Para peserta dari berbagai sekolah di Kota Langsa menunjukkan kreativitasnya dalam mengkreasikan busana yang dikenakan.
Kendaraan Hias dan Becak Kreatif Meriahkan Sesi Kedua
Setelah pawai budaya usai, kegiatan dilanjutkan dengan persembahan kendaraan hias, baik sepeda hias maupun becak hias dengan berbagai macam kreativitas pada pukul 14.30 WIB. Sesi kedua ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang menonton di sepanjang jalan.
Kreativitas para peserta dalam menghias kendaraan menjadi nilai tambah dalam pergelaran tahun ini. Berbagai macam dekorasi dan ornamen menghiasi setiap kendaraan yang turut serta.
Hadiah Belasan Juta Rupiah untuk Enam Juara
Para peserta pawai akan memperebutkan hadiah sebesar belasan juta rupiah untuk enam juara dari masing-masing kategori. Kategori yang diperlombakan meliputi pawai budaya dan kendaraan hias.
Pemberian hadiah kepada para pemenang akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Langsa melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Langsa. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan kemerdekaan yang paling dinantikan masyarakat setempat.