ACEH — Perjalanan menuju UFO Menoreh bukan sekadar berkendara biasa. Dari titik awal, pengunjung diajak berpetualang menaiki jip wisata yang menyusuri kontur perbukitan Menoreh yang menantang. Setibanya di area parkir, sensasi masih berlanjut: sebuah lift resort sepanjang 125 meter siap membawa pengunjung dengan waktu tempuh sekitar 10 menit menuju bangunan utama.
Begitu tiba, pemandangan yang tersaji langsung mencuri perhatian. Bangunan resort didesain persis menyerupai pesawat luar angkasa (UFO), berdiri kokoh di tengah kawasan berbatu. Konsep ini bukan tanpa alasan. Lokasi yang dipenuhi bebatuan marmer justru menjadi inspirasi utama desain futuristik tersebut.
Dari Lahan Tambang Menjadi Mesin Ekonomi Baru
Kehadiran UFO Menoreh tak hanya sekadar tempat nongkrong dengan pemandangan. Kawasan ini sengaja dikembangkan sebagai sarana edukasi dan konservasi. Tujuannya jelas: mendorong penghentian aktivitas pertambangan marmer liar yang selama ini berpotensi merusak lingkungan perbukitan.
Alih fungsi lahan ini diharapkan berdampak langsung pada kesejahteraan warga Desa Ngargoretno. Dengan hadirnya destinasi wisata, masyarakat setempat mendapat nilai ekonomi baru—mulai dari peluang kerja hingga pelaku usaha kecil yang menyuplai kebutuhan resort. Ini adalah contoh konkret bagaimana pariwisata bisa menjadi garda terdepan dalam pelestarian alam.
Kabin UFO, Mangut Lele, dan Panorama Senja
Di dalam resort, pengalaman bersantap menjadi daya tarik tersendiri. Pengelola menyajikan hidangan khas yang kaya rasa, seperti mangut lele yang dimasak dengan rempah kuat dan kuah pekat, serta ayam wijen madu. Semua bisa dinikmati sambil memandang hamparan perbukitan Menoreh dari ketinggian.
Bagi para pencinta fotografi, bagian depan atau kabin UFO menjadi spot favorit untuk berswafoto. Latar bentang perbukitan yang luas dan udara sejuk menjadi nilai jual utama. Menjelang sore hari, suasana semakin romantis ketika matahari terbenam perlahan di balik barisan bukit.
Salah seorang pengunjung yang baru pertama kali datang mengaku terkesan dengan panorama yang disuguhkan. Ia juga menilai mangut lele yang disajikan memiliki cita rasa autentik dengan rempah yang kuat dan kuah yang pekat.
Tarif Masuk dan Destinasi Lain yang Patut Dicoba
Untuk menikmati seluruh fasilitas tersebut, pengunjung cukup merogoh kocek Rp50 ribu. Harga tiket masuk ini sudah termasuk voucher makan senilai Rp15 ribu serta layanan shuttle dari area parkir. Angka yang cukup masuk akal untuk sebuah pengalaman wisata yang berbeda dari biasanya.
UFO Menoreh hanyalah satu dari sekian destinasi yang digarap dalam program 'One Day One Tour'. Masih ada sederet tempat menarik lain yang tak kalah unik, seperti kerajinan bambu Kebonsari, Kedai Kopi Liar Mbah Ponco, hingga Desa Bahasa Borobudur yang menawarkan wisata edukasi budaya.
Dengan paket lengkap ini, Kabupaten Magelang tak lagi bergantung pada kemegahan Candi Borobudur semata. Kini, wisatawan punya lebih banyak alasan untuk memperpanjang masa tinggal dan mengeksplorasi sisi lain dari daerah yang dikenal sebagai jantung Jawa ini.