JAKARTA — Deretan produk unggulan Aceh mulai dari kopi gayo, kerajinan anyaman, hingga kuliner khas langsung diserbu pengunjung pada pembukaan KKI 2026. Bank Indonesia (BI) mencatat akumulasi penjualan secara daring dan luring dari 47 stan UMKM Aceh telah menembus angka Rp 1 miliar hanya dalam beberapa jam pertama pameran bergengsi itu.
Keikutsertaan Aceh dalam ajang tahunan ini bukan sekadar seremonial. Kepala perwakilan BI Aceh yang mendampingi langsung para pelaku usaha menyebut pameran ini menjadi batu loncatan strategis untuk memperkenalkan identitas produk daerah ke pasar yang lebih luas.
Semangat "Beudaya Meusare Sare" Jadi Motor Kebangkitan UMKM
Mengusung tema “Beudaya Meusare Sare” yang berarti berdaya bersama-sama, kehadiran UMKM Aceh di KKI 2026 diharapkan mampu mendorong pemulihan ekonomi, khususnya bagi daerah yang terdampak bencana alam di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor,” ujar Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, saat membuka acara secara resmi.
Sinergi Lintas Sektor untuk Perluas Akses Pembiayaan
KKI 2026 tidak hanya menjadi etalase produk, tetapi juga ruang kolaborasi bagi 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis. Lewat ajang ini, para pelaku UMKM Aceh mendapatkan pendampingan langsung terkait akses pembiayaan, digitalisasi usaha, hingga inovasi produk agar mampu bersaing di pasar modern.
Pameran yang mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing” ini turut dihadiri Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, hingga Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa produk lokal Aceh mendapat perhatian serius di tingkat pusat.
Produk Unggulan Aceh Incaran Korporasi dan Duta Besar
Stand UMKM Aceh menjadi salah satu yang paling ramai dikunjungi. Selain pengunjung umum, sejumlah duta besar negara sahabat dan perwakilan asosiasi perbankan terlihat melakukan transaksi serta penjajakan kerja sama. Hal ini membuka peluang besar bagi produk Aceh untuk menembus pasar ekspor secara langsung.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Selvi Gibran Rakabuming, yang turut hadir dalam pembukaan, menyempatkan diri berkeliling melihat langsung kualitas kerajinan khas Aceh. Ketertarikan para pejabat dan korporasi ini diharapkan bisa berlanjut menjadi kontrak dagang jangka panjang setelah pameran usai.
Dengan torehan transaksi yang tembus Rp 1 miliar di hari pertama, optimisme pelaku UMKM Aceh untuk terus berkembang semakin besar. Ajang ini menjadi pembuktian bahwa produk lokal dengan kualitas terbaik mampu bersaing dan diterima pasar yang lebih luas.