Pencarian

Trans Semarang Operasikan 27 Bus Listrik VKTR Berbodi Laksana

Senin, 28 September 2026 • 12:07:31 WIB
Trans Semarang Operasikan 27 Bus Listrik VKTR Berbodi Laksana
Bus listrik Trans Semarang melayani Koridor 1 rute Terminal Mangkang-Terminal Penggaron.

ACEH — Trans Semarang mulai mengoperasikan 27 bus listrik buatan VKTR Teknologi Mobilitas untuk melayani Koridor 1 rute Terminal Mangkang-Terminal Penggaron. Armada low deck sepanjang 12 meter ini diluncurkan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti pada Rabu (23/9) dan dioperasikan bertahap hingga akhir tahun. Bus berkapasitas 60 penumpang itu mengusung bodi rakitan karoseri Laksana.

Peresmian armada berlangsung di Semarang dengan menghadirkan tiga pihak sekaligus: VKTR sebagai perakit kendaraan listrik, Laksana sebagai mitra karoseri, dan Pemerintah Kota Semarang sebagai operator layanan. Koridor 1 dipilih karena menghubungkan wilayah barat dan timur kota, jalur dengan volume penumpang tinggi.

Bus Low Deck 12 Meter dengan Pintu Rendah

Bus listrik yang dipakai berjenis low deck dengan panjang 12 meter. Kapasitas angkutnya mencapai 60 penumpang dalam sekali jalan.

Desain pintu rendah jadi pertimbangan utama. Akses masuk yang lebih mudah ditujukan bagi anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas yang selama ini kesulitan menaiki bus bertangga tinggi.

Uji Teknis Digelar Sejak Februari 2026

Sebelum resmi melayani penumpang, VKTR bersama Laksana menjalani uji coba teknis pada Februari-Maret 2026 di koridor yang sama. Pengujian itu jadi syarat sebelum armada dinyatakan layak operasi.

Selain tidak memproduksi emisi gas buang langsung, bus listrik beroperasi dengan tingkat kebisingan lebih rendah dibanding kendaraan bermesin pembakaran internal. Dua hal itu disebut menjadi pertimbangan pemkot dalam mendorong kualitas udara kota.

Klaim VKTR: Bukan Sekadar Ganti Kendaraan Konvensional

Direktur Utama VKTR, A. Ardiansyah Bakrie, menyebut pengoperasian bus listrik di Semarang sebagai bagian dari komitmen perusahaan mendukung elektrifikasi kendaraan komersial.

"Bus listrik ini bukan sekadar mengganti kendaraan konvensional, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat akan transportasi yang lebih nyaman, bersih, dan inklusif," ujar Ardi dalam keterangannya.

Ardi menambahkan, 27 unit tersebut menunjukkan industri Jawa Tengah mampu memenuhi kebutuhan transportasi daerahnya sendiri. Rantai pasok yang terlibat mencakup manufaktur, karoseri, tenaga kerja, hingga kompetensi industri lokal.

Laksana Garap Bodi, VKTR Urus Perakitan

Pembagian kerja kedua perusahaan cukup jelas. VKTR menjalankan proses perakitan kendaraan, sementara Laksana berperan sebagai mitra karoseri yang mengerjakan bodi bus.

Direktur Teknik Laksana, Stefan Arman, menyatakan kolaborasi ini memadukan kemampuan manufaktur dan pengalaman karoseri. Hasilnya, bus disesuaikan dengan kebutuhan operasional Trans Semarang.

"Laksana menghadirkan bus yang sesuai kebutuhan operasional Trans Semarang. Kolaborasi ini menghasilkan armada yang nyaman, aksesibel, dan siap mendukung mobilitas masyarakat," ujar Stefan.

Wali Kota: Langkah Nyata Mobilitas Berkelanjutan

Agustina Wilujeng Pramestuti menempatkan kehadiran bus listrik sebagai langkah Semarang menghadirkan transportasi publik yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

"Bus listrik Trans Semarang menjadi langkah nyata untuk menghadirkan mobilitas yang lebih sehat, nyaman, dan berkelanjutan," kata Agustina.

Rekam Jejak VKTR dan Kesiapan Purnajual

VKTR mengklaim telah mengoperasikan lebih dari 150 bus listrik di berbagai layanan transportasi lokal. Pengalaman itu disebut menjadi fondasi dalam menghadirkan 27 unit untuk Trans Semarang.

Perusahaan menilai semakin luas penggunaan bus listrik, semakin penting kesiapan manufaktur, rantai pasok, sumber daya manusia, layanan purnajual, dan dukungan teknis. Empat aspek itu bakal menentukan apakah armada bisa dijaga tetap beroperasi tanpa lama menganggur di depo.

Pengoperasian bertahap mulai September 2026 hingga akhir tahun akan menjadi ujian pertama bagi kolaborasi VKTR-Laksana di jalur padat Kota Semarang.

Follow redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks