ACEH — PDAM Tirta Moedal Kota Semarang menyiagakan tiga unit mobil Unit Reaksi Cepat untuk menangani pengaduan pelanggan, khusus gangguan pipa sambungan rumah berdiameter di bawah empat inci. Setiap mobil membawa satu regu berisi lima personel, terdiri dari satu pengemudi dan empat operator, dengan target penyelesaian maksimal 1 x 24 jam. Pengadaan armada ini hasil kerja sama dengan WaterWorX, organisasi nirlaba yang melibatkan perusahaan air minum Belanda.
Direktur Utama PDAM Kota Semarang Ady Setiawan menyampaikan hal itu di Semarang, Sabtu, saat peluncuran tiga mobil URC yang digelar bersamaan dengan khitanan massal dalam rangka HUT Ke-115 PDAM Tirta Moedal di RSUD KRMT Wongsonegoro.
Pipa di Bawah Empat Inci Jadi Fokus Utama
Mobil URC diarahkan khusus menangani gangguan pada jaringan pipa berdiameter di bawah empat inci, terutama yang tersambung langsung ke sambungan rumah pelanggan. Kendaraan operasional yang sudah dimiliki PDAM tetap dipakai untuk pipa berdiameter lebih besar, termasuk jaringan transmisi dan distribusi utama.
"Jadi, yang di bawah 4 inci kita akan selesaikan semaksimal mungkin 1 x 24 jam," kata Ady, yang akrab disapa Wawan.
Pembagian tugas ini membuat penanganan aduan rumah tangga tidak lagi berebut armada dengan perbaikan pipa induk. Sebelumnya, satu kendaraan kerap menangani dua jenis gangguan sekaligus.
Kerja Sama dengan WaterWorX Belanda
Pengadaan tiga mobil URC merupakan bagian dari kerja sama dengan WaterWorX, organisasi nirlaba yang melibatkan perusahaan air minum dari Belanda dalam pengembangan layanan air bersih. Kerja sama itu mencakup pendampingan dan konsultasi untuk mendorong peningkatan mutu layanan air minum.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menilai fasilitas tersebut harus menjadi pendorong agar penanganan gangguan pelanggan berlangsung lebih cepat.
"Ini bukan 'reward'. Ini adalah upaya untuk mendorong PDAM memberikan pelayanan lebih cepat. Maka diberikannya adalah mobil unit reaksi cepat," katanya.
Pola Penempatan Masih Disusun
Tiga mobil tersebut direncanakan ditempatkan di sejumlah cabang PDAM. Manajemen tengah menyusun pola distribusi agar penanganan aduan bisa dilakukan lebih dekat dengan lokasi pelanggan.
Jumlah personel per regu sudah ditetapkan lima orang. Komposisinya satu pengemudi dan empat operator yang menangani gangguan jaringan secara langsung di lapangan.
Khitanan Massal untuk 115 Anak
Khitanan massal yang menyertai peluncuran armada diikuti 115 anak, jumlah yang disesuaikan dengan usia PDAM Tirta Moedal. Kegiatan ini menggandeng RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang dan seluruh biaya peserta ditanggung PDAM.
"Kegiatan ini ditujukan untuk membantu keluarga yang membutuhkan agar tidak terbebani biaya khitan," kata Ady.
Program sosial itu rutin digelar setiap tahun dalam rangka peringatan hari jadi perusahaan, sebagai bentuk kepedulian kepada pelanggan dan masyarakat yang selama ini mendukung pelayanan PDAM.