ACEH — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Yogyakarta menyalurkan Bantuan Modal Usaha Cahaya kepada dua pelaku UMKM di Sleman melalui dana zakat karyawan yang dihimpun Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN. Bantuan diberikan bertepatan dengan momentum Hari Kesaktian Pancasila sebagai wujud kepedulian sosial perusahaan. Program ini menyasar usaha jus buah dan peternakan ayam petelur omega dengan dukungan peralatan hingga branding.
Paragraf pembuka: Penyaluran bantuan dilakukan oleh PLN UID Yogyakarta melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sleman bersama YBM PLN UID Yogyakarta. Dana yang digunakan berasal dari zakat karyawan dan karyawati PLN, bukan dari anggaran operasional perusahaan. Dua penerima manfaat adalah Firqi Azami Rizal, pemilik usaha Jagoan Jus, dan Siti Musyarofah, pemilik Kurnia Farm.
Bentuk Bantuan yang Disalurkan
Bantuan tidak diberikan dalam bentuk uang tunai semata. PLN dan YBM menyalurkan paket bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing usaha, mulai dari peralatan kerja, tambahan modal, hingga penguatan identitas usaha.
Firqi menerima dua unit blender, modal usaha, serta dukungan branding dan perbaikan toko. Usaha Jagoan Jus yang bergerak di penjualan jus buah dan es teh itu diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pelayanan setelah peralatan bertambah.
Siti Musyarofah memperoleh bantuan yang lebih beragam untuk Kurnia Farm, usaha peternakan ayam petelur omega miliknya. Paket bantuan mencakup mesin tetas berkapasitas 50 telur, dua paket bibit indukan ayam, kemasan telur, tiga karung pakan omega, serta dukungan branding logo dan pengondisian kandang.
Alasan PLN Menyasar UMKM
General Manager PLN UID Yogyakarta Deri Prasetio Utomo menyatakan perusahaan ingin memberi manfaat lebih luas dari sekadar layanan kelistrikan. Menurutnya, program pemberdayaan ekonomi menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan PLN.
"Momentum Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat bagi kita untuk terus memperkuat nilai gotong royong dan kepedulian terhadap sesama. Melalui Bantuan Modal Usaha Cahaya, PLN UID Yogyakarta berharap para pelaku UMKM dapat mengembangkan usahanya, meningkatkan produktivitas, serta tumbuh menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing," ujar Deri.
Manager PLN UP3 Sleman Ririn Harwati menambahkan bahwa bantuan dirancang sesuai kebutuhan masing-masing penerima. Pendekatan ini memastikan bantuan benar-benar terpakai untuk hal yang paling dibutuhkan usaha.
Respons Penerima Manfaat
Firqi mengaku bantuan peralatan dan modal sangat berarti bagi kelangsungan Jagoan Jus. Ia berharap usahanya bisa berkembang lebih cepat setelah kapasitas produksi bertambah.
"Saya berterima kasih kepada PLN dan YBM PLN atas bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti untuk menambah peralatan dan modal usaha. Semoga Jagoan Jus semakin berkembang dan bantuan ini dapat saya manfaatkan sebaik-baiknya," kata Firqi.
Hal serupa disampaikan Siti Musyarofah. Bantuan mesin tetas, bibit, pakan, dan kemasan dinilainya membantu operasional harian Kurnia Farm sekaligus membuka peluang peningkatan produksi telur omega.
"Terima kasih kepada PLN dan YBM PLN atas bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan peralatan, bibit, pakan, dan pengembangan usaha. Semoga Kurnia Farm semakin maju dan berkembang," ujar Siti.
Harapan Ke Depan
Sinergi antara PLN UID Yogyakarta dan YBM PLN UID Yogyakarta diarahkan agar dana zakat karyawan memberi manfaat berkelanjutan. Selain membantu modal awal, program ini diharapkan meningkatkan pendapatan penerima dan memperkuat kemandirian ekonomi mereka.
Bagi PLN, program pemberdayaan UMKM menjadi cara memperkuat hubungan dengan masyarakat di wilayah operasional. Dua usaha yang dibantu bergerak di sektor berbeda, yakni kuliner dan peternakan, sehingga dampaknya diharapkan menyebar ke rantai pasok lokal di Sleman.