Pencarian

Layanan Kesehatan Balita Saat Karhutla: 62.400 Kasus ISPA Jadi Sorotan

Jumat, 16 Oktober 2026 • 09:38:31 WIB
Layanan Kesehatan Balita Saat Karhutla: 62.400 Kasus ISPA Jadi Sorotan
Kementerian Kesehatan mencatat 62.400 kasus ISPA pada anak usia 0–5 tahun di tujuh provinsi terdampak karhutla per 12 Oktober 2026.

ACEH — Kementerian Kesehatan mencatat 62.400 kasus ISPA pada anak usia 0–5 tahun di tujuh provinsi terdampak karhutla per 12 Oktober 2026. Angka ini mendorong Komisi VIII DPR RI meminta pemerintah memperkuat layanan kesehatan balita, ruang aman berudara bersih, dan perlindungan keluarga terdampak kabut asap.

Total kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla mencapai 277.075, dan 22,5 persen di antaranya menyerang anak usia 0–5 tahun. Hetifah Sjaifudian, anggota Komisi VIII DPR RI, menilai situasi ini butuh tindakan cepat karena bencana kabut asap sudah berlangsung lama.

Mengapa Balita Paling Rentan Saat Kabut Asap

Saluran pernapasan bayi dan balita masih berkembang, sehingga partikel halus dari asap karhutla lebih mudah masuk dan memicu infeksi. Hetifah menyoroti banyak keluarga yang tetap harus beraktivitas sehari-hari di tengah kabut asap, sementara kesehatan anak-anak mereka terancam.

"Banyak keluarga harus menjalani aktivitas sehari-hari di tengah kabut asap, sementara kesehatan anak-anak balita ikut terancam. Kita tidak boleh menganggap situasi yang berkepanjangan ini sebagai sesuatu yang biasa," kata Hetifah saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Data Kemenkes yang Jadi Dasar Desakan

Kementerian Kesehatan melaporkan angka kumulatif ISPA per 12 Oktober 2026 di tujuh provinsi terdampak karhutla. Dari total tersebut, 62.400 kasus terjadi pada anak usia 0–5 tahun. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan data ini terus dipantau untuk mendeteksi lonjakan kasus dan memperkuat respons kesehatan.

Kemenkes bersama pemerintah daerah telah memperkuat pemantauan penyakit, pelayanan kesehatan, kesiapan fasilitas kesehatan, serta distribusi logistik. Hingga 12 Oktober 2026, tercatat mobilisasi 2.106 tenaga medis dan kesehatan serta lebih dari 2,8 juta masker yang didistribusikan dari berbagai sumber pusat dan daerah.

Langkah yang Diminta DPR ke Pemerintah

Sebagai wakil rakyat dari Kalimantan Timur, Hetifah mengatakan masyarakat Kalimantan turut merasakan dampak karhutla. Ia mendesak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bergerak lebih aktif bersama Kemenkes, BNPB, dan pemerintah daerah.

Layanan kesehatan, ruang aman dengan udara bersih, serta perlindungan bagi bayi dan balita diminta benar-benar tersedia dan terjangkau keluarga terdampak. Hetifah juga mendorong pemerintah pusat memperkuat dukungan kepada pemerintah daerah, khususnya di Kalimantan, agar penanganan karhutla dan dampaknya berjalan lebih cepat.

Yang Bisa Ibu Lakukan Saat Kabut Asap Menyelimuti

Pantau kualitas udara di sekitar rumah dan batasi aktivitas luar ruang anak saat indeks polusi tinggi. Gunakan masker yang sesuai untuk balita, jaga sirkulasi udara dalam rumah dengan penyaring atau penjernih udara sederhana, dan pastikan asupan cairan anak cukup.

Kenali tanda ISPA pada balita: batuk berdahak, napas cepat atau berbunyi, demam, dan anak tampak lemas. Jika gejala memburuk atau anak kesulitan bernapas, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat tanpa menunggu.

Kapan Harus Segera ke Dokter

Napas cepat, tarikan dada ke dalam saat bernapas, bibir atau ujung jari membiru, dan anak tidak mau menyusu atau makan adalah tanda bahaya yang tidak boleh ditunda. Bawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat, terutama jika keluarga tinggal di wilayah dengan kabut asap pekat.

Keselamatan anak harus jadi prioritas. Dengan layanan kesehatan yang kuat dan kewaspadaan orang tua, bayi dan balita tidak terus menghadapi risiko kesehatan akibat bencana yang berkepanjangan.

Follow redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks