Banda Aceh – Dampak bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh sejak akhir November 2025 masih dirasakan luas. Hingga Senin (19/1/2026) pukul 13.14 WIB, tercatat 91.962 jiwa atau 24.426 kepala keluarga (KK) masih bertahan di lokasi pengungsian.
Data Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh menyebutkan, para pengungsi tersebar di 988 titik di berbagai kabupaten dan kota. Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, mencapai 33.261 jiwa (9.242 KK) di 210 titik pengungsian.
Wilayah lain dengan jumlah pengungsi signifikan antara lain Gayo Lues sebanyak 18.944 jiwa, Pidie Jaya 14.794 jiwa, serta Aceh Tamiang 6.052 jiwa. Selain itu, pengungsian juga masih berlangsung di Aceh Tengah, Bireuen, Aceh Timur, Nagan Raya, hingga Bener Meriah.
Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Aceh, Murthalamuddin, mengatakan pemerintah pusat dan daerah terus berkoordinasi memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi.
“Distribusi logistik, operasional dapur umum, serta layanan dasar lainnya terus kami perkuat agar pengungsi tetap terlayani,” ujarnya.
Secara keseluruhan, bencana hidrometeorologi ini berdampak pada 2,58 juta jiwa di Aceh, dengan 561 korban meninggal dunia dan 30 orang masih dilaporkan hilang.