Dampak Besar Bencana Hidrometeorologi di Aceh Hingga Akhir Januari 2026

Penulis: Sutomo  •  Jumat, 30 Januari 2026 | 11:45:03 WIB

BANDA ACEH — Hingga penghujung Januari 2026, bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh memberikan dampak signifikan bagi masyarakat dan fasilitas publik. Pos Komando Tanggap Darurat mencatat bahwa jutaan warga terdampak akibat rangkaian peristiwa banjir dan longsor. Berdasarkan data harian yang dirilis pada 29 Januari 2026 pukul 21.28 WIB, sebanyak 670.826 kepala keluarga atau setara 2.584.067 jiwa terdampak bencana di wilayah Sumatra tersebut. Korban jiwa tercatat mencapai 562 orang meninggal dunia, 456 orang mengalami luka berat, dan 4.939 orang luka ringan, sementara 29 orang masih dinyatakan hilang. Sebanyak 986 titik pengungsian tersebar di berbagai daerah Aceh dengan jumlah pengungsi mencapai 22.400 kepala keluarga atau 85.717 orang. Untuk mendukung proses evakuasi dan penanganan darurat, pemerintah mengerahkan 191 personel.

Kerusakan meluas juga terjadi pada fasilitas umum dan infrastruktur. Sebanyak 227 bangunan perkantoran dan 641 tempat ibadah dilaporkan terdampak. Di sektor pendidikan, 1.204 sekolah dan 738 pondok pesantren mengalami kerusakan. Fasilitas kesehatan pun tidak luput, dengan 146 unit rumah sakit dan puskesmas terdampak. Gangguan infrastruktur terlihat dari terputusnya 2.507 titik jalan serta 599 unit jembatan. Selain itu, kerugian harta benda masyarakat tercatat cukup besar dengan 218.085 unit rumah terdampak. Dampak di sektor pertanian dan peternakan meliputi 77.931 ekor ternak terdampak serta kerusakan lahan berupa 56.652 hektare sawah, 100.376 hektare kebun, dan 30.239 hektare tambak. Rekap data tersebut menggambarkan besarnya dampak bencana hidrometeorologi terhadap kehidupan warga, infrastruktur, dan perekonomian masyarakat Aceh.

Reporter: Sutomo
Back to top