JANTHO — Wakil Bupati Aceh Besar Syukri menyatakan pembenahan menyeluruh tengah dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan jangkauan layanan PDAM Tirta Mountala. Targetnya, perusahaan daerah itu bisa memberikan pelayanan yang lebih responsif, terintegrasi, dan sesuai kebutuhan masyarakat di era digital.
Data yang disampaikan dalam rapat paripurna DPRK Aceh Besar, Selasa, menunjukkan PDAM Tirta Mountala baru menjangkau 39,81 persen dari total kepala keluarga di Aceh Besar. Artinya, masih ada lebih dari 89.000 KK yang belum teraliri air bersih dari perusahaan pelat merah tersebut.
“PDAM Tirta Mountala terus berupaya meningkatkan cakupan pelayanan kepada masyarakat, dengan orientasi utama pengelolaan keuangan perusahaan yang fokus pada penguatan kinerja internal dan peningkatan pelayanan publik,” ujar Syukri.
Pemkab Aceh Besar memetakan sejumlah titik kritis yang harus dibenahi. Pertama, optimalisasi proses pengolahan air di instalasi pengolahan air (IPA) agar air baku yang didistribusikan ke rumah pelanggan memenuhi standar kualitas dan kebersihan.
Kedua, pengawasan kualitas air dilakukan setiap hari secara berkala sesuai dengan mutu yang berlaku. Ketiga, peningkatan pemeliharaan sarana dan prasarana pengolahan air ditingkatkan agar tidak terjadi kebocoran atau kontaminasi selama proses distribusi.
Selain aspek teknis, sumber daya manusia dan tata kelola perusahaan juga menjadi perhatian. Pembinaan teknis berkelanjutan, penguatan manajemen operasional, serta penerapan prinsip profesionalitas, akuntabilitas, dan transparansi dalam pelayanan kepada pelanggan terus digenjot.
Syukri mengungkapkan PDAM Tirta Mountala sudah mulai menerapkan digitalisasi dalam proses penyambungan baru dan penagihan. Sistem ini akan terus ditingkatkan ke depannya untuk memudahkan pelanggan dan meminimalkan kebocoran pendapatan.
“Masukan yang disampaikan Fraksi-fraksi DPRK Aceh Besar menjadi perhatian serius Pemkab Aceh Besar dan akan terus menjadi bahan evaluasi dalam rangka mewujudkan pelayanan air minum yang lebih baik, berkualitas, dan berkelanjutan,” katanya.
Pernyataan komitmen ini disampaikan Syukri di sela-sela rapat paripurna DPRK Aceh Besar yang membahas Rancangan Qanun Penyertaan Modal Daerah pada PDAM Tirta Mountala. Melalui penyertaan modal itu, Pemkab Aceh Besar berharap PDAM Tirta Mountala bisa memperkuat struktur permodalan untuk ekspansi jaringan dan peremajaan infrastruktur yang sudah tua.
Pemkab juga berkomitmen membangun sinergi yang lebih baik dengan DPRK Aceh Besar dalam rangka memperkuat pengawasan, meningkatkan akuntabilitas, dan memastikan PDAM Tirta Mountala mampu memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.