Harga Emas Antam Meroket ke Rp2.711.000 per Gram, Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Penulis: Ricki Manurung  •  Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:47:32 WIB
Harga emas Antam mencapai rekor tertinggi Rp2.711.000 per gram di pasar domestik.

ACEH — Angka tersebut naik signifikan dari posisi perdagangan sebelumnya yang berada di kisaran Rp2.690.000 per gram. Lonjakan ini terjadi di tengah penguatan harga emas global yang terus didorong oleh sentimen ketidakpastian ekonomi dan ekspektasi pelonggaran moneter bank sentral AS.

Faktor Pendorong di Balik Rekor Baru Emas

Kenaikan harga emas batangan Antam tidak bisa dilepaskan dari pergerakan harga emas internasional. Harga emas di pasar spot dalam beberapa pekan terakhir konsisten berada di zona hijau, didorong oleh aksi beli investor sebagai aset safe haven.

Selain itu, pelemahan nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama juga turut memberikan momentum positif bagi logam mulia. Investor global tengah mengantisipasi data inflasi AS yang akan dirilis pekan depan, yang bisa menjadi sinyal bagi The Fed untuk mulai memangkas suku bunga acuannya.

Dampak ke Investor dan Pelaku Pasar

Bagi investor ritel yang sudah memiliki emas batangan, kenaikan ini jelas memberikan keuntungan kertas (paper gain) yang signifikan. Namun, bagi yang baru ingin membeli, harga saat ini berada di level yang sangat tinggi sehingga membutuhkan modal lebih besar.

Harga buyback atau harga jual kembali emas Antam juga ikut terkerek naik. Saat ini, Antam mematok harga buyback di level Rp2.500.000 per gram. Selisih antara harga jual dan harga beli kembali (spread) yang cukup lebar ini perlu dicermati oleh investor yang berniat melakukan trading jangka pendek.

Untuk pembelian dalam jumlah besar, seperti ukuran 500 gram dan 1 kilogram, harga per gramnya sedikit lebih rendah dibandingkan ukuran 1 gram. Hal ini wajar karena adanya efisiensi biaya produksi dan logistik.

Proyeksi Tren Harga ke Depan

Para analis komoditas memperkirakan tren kenaikan harga emas masih akan berlanjut dalam jangka pendek. Faktor utama yang menjadi katalis adalah ketidakpastian geopolitik global serta ekspektasi bahwa suku bunga acuan AS akan mulai turun pada semester kedua tahun ini.

Di sisi lain, kenaikan harga yang sudah sangat tajam juga memicu aksi ambil untung (profit taking) oleh sebagian investor. Hal ini bisa menjadi tekanan jangka pendek yang membuat harga bergerak volatil dalam rentang tertentu sebelum kembali naik.

Investasi mengandung risiko. Pergerakan harga emas sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar global dan kebijakan bank sentral negara maju.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: cnbcindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top