ACEH — Pada Desember 1997, Car and Driver mengupas ambisi baru Cadillac yang selama ini dianggap antitesis dari sedan Eropa seperti BMW dan Mercedes. Lewat Seville STS 1998, General Motors ingin membuktikan bahwa pabrikan Amerika bisa bermain di papan atas lintasan Autobahn. Bukan sekadar ubahan tampilan, pendekatan teknis yang diusung benar-benar berbeda dari generasi sebelumnya.
Jantung mekanis STS adalah mesin 4.6 liter DOHC Northstar V8 yang menghasilkan 300 tenaga kuda. Varian SLS yang lebih kalem mendapat versi 275 hp. Akselerasi 0-60 mph tercatat 6,7 detik, sementara jarak seperempat mil ditempuh dalam 15,2 detik dengan kecepatan 93 mph.
Kecepatan tertinggi dibatasi secara elektronik di 130 mph, namun bisa mencapai 150 mph jika menggunakan ban berperingkat Z. Angka-angka ini menempatkan STS sejajar dengan kompetitor Eropa dan Jepang di kelasnya.
Cadillac membekali STS dengan sederet mikroprosesor yang jarang ditemukan di mobil Amerika saat itu. StabiliTrak, sistem stabilitas elektronik, menjadi fitur andalan bersama Magnasteer (power steering variabel) dan suspensi elektronik yang membaca kondisi jalan.
Satu inovasi menarik adalah performance algorithm shifting yang dikembangkan oleh Ed Lansinger dari Rensselaer Polytechnic Institute. Sistem ini menggunakan akselerometer untuk menganalisis gaya pengereman dan tikungan, lalu secara otomatis memilih gigi transmisi 4T80-E empat percepatan yang tepat untuk akselerasi maksimal saat keluar tikungan. Menurut Car and Driver, sistem ini bekerja tanpa mengganggu pengemudi—persis seperti yang diharapkan dari mobil mewah.
Perhatian terhadap detail terlihat dari berbagai aspek interior. Glove box luas, kompartemen payung di bawah kursi penumpang depan, sabuk pengaman terpasang di sandaran kursi, serta airbag samping di pintu depan menjadi standar. Versi Jepang yang setir kanan bahkan akan menawarkan sistem navigasi onboard dan jok kain—bahan yang lebih disukai daripada kulit di pasar Tokyo.
Atap dinaikkan 1,7 inci dan jok belakang sedikit ditinggikan untuk kenyamanan dua penumpang dewasa plus satu penumpang tambahan. Meski demikian, STS tetap dirancang sebagai mobil empat penumpang, bukan lima. Kabin dihiasi zebrano wood dan dilengkapi sistem audio Bose 425 watt dengan delapan speaker.
Dari eksterior, STS generasi baru sulit dibedakan dari pendahulunya. Wheelbase memanjang 1,2 inci dan lebar trek bertambah hampir dua inci, tapi garis bodi hanya berubah sedikit. Car and Driver menyebut langkah ini sebagai "sacrifice bunt" alih-alih home run, mirip pendekatan GM pada Corvette baru. Namun, di jalanan Eropa, STS diyakini mampu bersaing berkat handling datar dan netral, performa mesin superior, serta akselerasi 50-70 mph dalam 4,1 detik.
Jarak pengereman 70-0 mph tercatat 188 kaki, angka yang masuk akal untuk bobot mobil yang lebih besar dari BMW 5-Series. Satu catatan kritis dari penguji adalah setir yang kurang tajam—masih kalah dari rival Jerman dalam hal presisi.