BANDA ACEH — Keresahan terhadap rendahnya penghasilan petani menjadi motor lahirnya DaurTani. Ketua tim pengembang, Shafa Disya Aulia, mengatakan banyak komoditas potensial seperti limbah kelapa dan daun nilam yang bernilai tinggi tetapi belum tergarap optimal untuk menembus pasar industri besar. Platform ini hadir sebagai jembatan digital antara petani penghasil komoditas spesifik dengan jaringan logistik kargo yang terpercaya.
Fokus pada Dua Komoditas dan Bantuan AI
DaurTani tidak sekadar menjadi etalase produk. Sistem ini mengintegrasikan AI Assistant yang memberikan edukasi, rekomendasi harga secara real-time, panduan pengolahan, serta standarisasi kualitas produk agar sesuai dengan kebutuhan industri. Pada tahun pertama, tim menargetkan akuisisi lebih dari 50 mitra petani di klaster Aceh, Sumatera Utara, dan Riau.
Ketiga provinsi itu dipilih karena memiliki potensi limbah pertanian dan jumlah petani yang signifikan. Hasil produksi mitra nantinya akan langsung diserap oleh pembeli strategis, seperti eksportir briket dan PT Ugreen Aromatics International.
Dapat Pendanaan P2MW 2026 dari Kemdiktisaintek
Inovasi ini digawangi oleh Shafa Disya Aulia sebagai ketua tim, dengan anggota Glenn Hakim, Ahmad Syah Ramadhan, Dea Zasqia Pasaribu Malau, dan Dian Islami. Seluruh pengembangan proyek berada di bawah bimbingan dosen Maulyanda, S.Tr.Kom., M.Kom. DaurTani berhasil meraih pendanaan melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Kemdiktisaintek 2026 pada kategori "Tahap Bertumbuh".
Lebih dari Sekadar Aplikasi Dagang
Glenn Hakim, salah satu anggota tim, menegaskan bahwa visi DaurTani tidak berhenti sebagai aplikasi perdagangan semata. “Kami ingin DaurTani menjadi bukti nyata bahwa inovasi teknologi yang dirancang mahasiswa mampu menjawab tantangan ekonomi nyata sekaligus memperkuat kestabilan pasokan bahan baku bagi industri hijau di Indonesia,” ujarnya.
Melalui ekosistem yang dibangun, platform ini berkomitmen mendorong pemberdayaan ekonomi petani secara langsung, melakukan mitigasi krisis iklim melalui pemanfaatan limbah pertanian berkelanjutan, serta mendorong regenerasi petani muda agar tetap relevan di era modern. Dengan dukungan hibah P2MW, tim DaurTani optimistis memperluas jangkauan dari skala regional Sumatra menuju cakupan nasional.