ACEH — Kepastian Eksel bertahan diumumkan jelang bergulirnya Super League 2026-2027. Di musim perdananya bersama Persija, ia mencatatkan enam gol dari 23 penampilan—cukup meyakinkan bagi manajemen untuk mempertahankannya. Namun, catatan statistik itu bukan satu-satunya alasan.
Eksel memiliki motivasi personal untuk terus berseragam oranye. Ia merasa memiliki utang kepada Jakmania yang selalu memberi dukungan penuh sepanjang musim lalu. Target juara bukan sekadar ambisi pribadi, melainkan janji yang ingin ia tebus.
"Harapan saya buat Persija dan Jakmania, yang pasti kami harus berjuang untuk juara," ujar Eksel dalam pernyataan resmi yang dikutip dari laman PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), Kamis (2/7/2026).
Ia juga meminta suporter tetap setia menemani perjalanan tim. "Pesan saya untuk Jakmania agar tetap support dan tetap berjalan bersama. Semoga musim ini kita bawa Persija juara," sambungnya.
Salah satu momen yang membuat Eksel percaya diri menatap musim depan adalah laga kontra Arema FC pada 8 November lalu. Saat itu Persija tertinggal 0-1, lalu Eksel mencetak dua gol untuk membalikkan keadaan menjadi 2-1.
"Saya cetak dua gol saat melawan Arema. Sebab, kala itu kami dalam posisi tertinggal (0-1), tapi saat saya balikin, kami menang (2-1). Jadi, tim lebih semangat lagi," kenangnya.
Pengalaman membalikkan keadaan itu menjadi bukti bahwa Persija memiliki mental juara. Eksel ingin menjadikan momen tersebut sebagai fondasi untuk musim depan.
Persija mengakhiri musim 2025-2026 di peringkat ketiga klasemen. Capaian itu, menurut Eksel, bukan prestasi yang bisa dibanggakan. Dengan materi pemain yang ada, target harus lebih tinggi.
"Yang pasti saya akan berusaha dan berjuang keras untuk Persija dan Jakmania, dan semoga kami akan juara," tegasnya.
Ambisi Eksel sejalan dengan kebutuhan Persija yang ingin kembali ke puncak setelah beberapa musim tanpa gelar. Dukungan Jakmania di setiap laga kandang diharapkan menjadi energi tambahan untuk mewujudkan target tersebut.