MEDAN — Gerakan kompak para penari Sanggar Citka Geunta yang dipadukan busana tradisional Aceh menjadi pusat perhatian di Lapangan Benteng, Medan, Rabu malam (1/7/2026). Mereka membawakan Tari Meusare-sare dalam gelaran Pesta Kuliner UMKM dan Pentas Seni yang merupakan rangkaian Rakernas XVIII APEKSI.
Penampilan ini disaksikan langsung Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal bersama jajaran Pemkot Banda Aceh yang hadir mengikuti rakernas. Bagi Pemkot, panggung nasional ini dimanfaatkan untuk menunjukkan identitas budaya Aceh di hadapan perwakilan 98 kota anggota APEKSI.
“Promosi budaya menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh, Rosdi.
Menurut Rosdi, partisipasi pada ajang seperti Rakernas APEKSI menjadi kesempatan strategis memperkenalkan kekayaan seni budaya Aceh sekaligus memperluas daya tarik wisata daerah. Kegiatan ini juga menjadi ruang mempererat hubungan antarkota melalui pertukaran budaya dan promosi potensi daerah.
Tari Meusare-sare yang ditampilkan bukan sekadar tarian penyambutan. Gerakannya yang dinamis dan kompak mencerminkan filosofi gotong royong dan kebersamaan masyarakat Aceh. Busana tradisional yang dikenakan para penari menambah pesona visual yang memukau pengunjung yang memadati Lapangan Benteng.
Pesta Kuliner UMKM dan Pentas Seni sendiri merupakan agenda tahunan yang menyertai Rakernas APEKSI. Ajang ini menjadi etalase bagi setiap kota untuk mempromosikan produk unggulan dan seni budayanya. Kehadiran Sanggar Citka Geunta menjadi salah satu bukti bahwa Aceh serius membangun citra pariwisata melalui pendekatan budaya.
Pemkot Banda Aceh berharap penampilan ini bisa membuka peluang kerja sama budaya dan pariwisata dengan kota-kota lain di Indonesia. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah mengangkat potensi lokal ke panggung nasional.