BANDA ACEH — Selisih tipis 0,40 poin itu membuat optimisme tinggi di lingkungan kampus. Dari 58 perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) se-Indonesia, baru 11 yang berhasil menyandang predikat informatif pada 2025. Kementerian Agama pun menargetkan peningkatan jumlah PTKIN informatif hingga 50 hingga 100 persen pada tahun ini.
“Predikat badan publik informatif bukan hanya soal penghargaan, tetapi tentang kepercayaan masyarakat terhadap integritas dan akuntabilitas sebuah institusi,” kata Ismail Cawidu dalam pemaparannya.
Enam Langkah Strategis Menuju Kampus Transparan
Ismail memaparkan enam langkah yang harus dijalankan UIN Ar-Raniry. Pertama, memperkuat kelembagaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Kedua, menyusun Daftar Informasi Publik (DIP) secara komprehensif. Ketiga, mengoptimalkan website kampus sebagai etalase utama.
“Website perguruan tinggi harus memuat profil dan struktur organisasi, laporan keuangan, laporan kinerja, pengadaan barang dan jasa, hasil penelitian, hingga mekanisme pengaduan masyarakat,” ujarnya.
Langkah keempat adalah menyediakan layanan permohonan informasi yang responsif. Kelima, melengkapi dokumentasi dan laporan publik. Keenam, membangun budaya keterbukaan di lingkungan akademik.
Keterbukaan Informasi: Amanat Konstitusi, Bukan Sekadar Administrasi
Ismail menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan amanat konstitusi yang dijamin Pasal 28F UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008. Ia menyebut kampus yang transparan akan memperoleh kepercayaan publik lebih besar dan memiliki daya saing lebih kuat.
“Informasi adalah bentuk pelayanan kepada masyarakat, bukan sesuatu yang harus disembunyikan,” tegasnya.
Capaian Akademik Jadi Modal Tambahan
Selain persoalan keterbukaan, Ismail juga mengapresiasi prestasi akademik UIN Ar-Raniry dalam beberapa tahun terakhir. Kampus ini telah meraih akreditasi institusi unggul, peningkatan jumlah jurnal terakreditasi nasional dan internasional, serta masuk dalam pemeringkatan Scimago sebagai salah satu PTKIN terbaik di Indonesia.
Menurut dia, prestasi akademik itu harus diiringi penguatan tata kelola informasi publik dan percepatan digitalisasi layanan agar transformasi menuju kampus kelas dunia berjalan berkelanjutan.
Seluruh Elemen Kampus Dilibatkan
Workshop yang digelar Rabu malam itu diikuti para wakil rektor, kepala biro, dekan dan wakil dekan fakultas, Direktur Pascasarjana, kepala bagian, ketua dan sekretaris lembaga, kepala unit pelaksana teknis (UPT), pengelola laman web masing-masing fakultas dan Pascasarjana, serta tim PPID UIN Ar-Raniry.
Rektor Prof Mujiburrahman dalam sambutannya menyebut pihaknya tengah memperkuat tata kelola keterbukaan informasi publik sebagai bagian dari transformasi kelembagaan dan peningkatan daya saing internasional. Ia berharap seluruh unsur pimpinan dan tim PPID dapat memperkuat kapasitas serta memperbaiki berbagai aspek yang masih menjadi kekurangan.