BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Aceh, 14 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang hingga 6 Juli 2026

Penulis: Monang Simanjuntak  •  Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:06:31 WIB
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Aceh dengan potensi hujan lebat dan angin kencang hingga 6 Juli 2026.

BANDA ACEH — Potensi hujan lebat disertai angin kencang mengancam sebagian besar wilayah Aceh dalam tiga hari ke depan. BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh meminta masyarakat dan pemerintah daerah setempat meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Gelombang Rossby dan Kelvin Picu Pertumbuhan Awan Konvektif

Prakirawan BMKG, Nabila, menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh aktifnya gelombang atmosfer Rossby dan Kelvin yang terpantau di Selat Malaka sebelah utara Aceh. Fenomena ini diperkuat oleh adanya daerah belokan angin dan konvergensi di wilayah Aceh yang mendukung pertumbuhan awan konvektif.

“Suhu muka laut yang hangat di Perairan Barat dan Selatan Sumatera juga berpotensi meningkatkan penguapan sehingga menambah kandungan uap air di atmosfer,” ujar Nabila kepada Nukilan, Sabtu (4/7/2026).

14 Wilayah Terancam Hujan Lebat pada Sabtu (4/7)

Pada hari pertama peringatan dini, Sabtu (4/7/2026), sebanyak 14 kabupaten/kota diprakirakan akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Wilayah tersebut meliputi Aceh Barat, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Banda Aceh, Bireuen, Gayo Lues, Pidie, dan Sabang.

Secara spesifik, potensi angin kencang pada hari yang sama diperkirakan terjadi di Banda Aceh dan Sabang. Masyarakat di dua kota pesisir ini diminta waspada terhadap pohon tumbang dan baliho yang tidak kokoh.

Puncak Cuaca Buruk Bergeser ke Wilayah Selatan pada Minggu-Senin

Memasuki Minggu (5/7/2026), potensi hujan lebat bergeser ke wilayah barat daya dan tenggara Aceh. Wilayah yang perlu waspada antara lain Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Pidie, Pidie Jaya, dan Subulussalam. Sementara itu, angin kencang masih berpotensi melanda Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang.

Pada Senin (6/7/2026), intensitas hujan diprakirakan mulai berkurang. Namun, tiga wilayah di bagian selatan, yakni Aceh Selatan, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues, masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat. Potensi angin kencang kembali diprakirakan terjadi di Banda Aceh dan Sabang.

BMKG Imbau Waspada Hujan Tiba-Tiba dan Potensi Longsor

BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai hujan yang dapat terjadi secara tiba-tiba pada sore hingga malam hari. Fenomena ini dipicu oleh pemanasan yang intens pada siang hari yang kemudian memicu pertumbuhan awan Cumulonimbus secara cepat.

Nabila juga mengingatkan agar warga berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama bagi pengendara kendaraan bermotor. “Kondisi cuaca buruk berpotensi disertai angin kencang, banjir, maupun tanah longsor,” tegasnya. Masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan dan bantaran sungai diminta untuk meningkatkan kewaspadaan secara mandiri.

Reporter: Monang Simanjuntak
Sumber: nukilan.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top