Dekranasda Banda Aceh Latih 20 Perajin Bordir Kreatif, Target Tembus Pasar Nasional dan Global

Penulis: Monang Simanjuntak  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 22:27:01 WIB
Dekranasda Banda Aceh bersama BPVP memberikan pelatihan peningkatan keterampilan membordir kepada 20 perajin lokal.

BANDA ACEH — Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal menargetkan produk bordir lokal tidak hanya menguasai pasar Aceh, tetapi juga menembus pasar nasional dan global. Target itu mendorong Dekranasda bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh menghadirkan pelatihan khusus bagi perajin yang sudah memiliki keterampilan dasar.

Bukan Pelatihan Dasar, Tapi Upgrade Kemampuan

Illiza menegaskan program ini tidak mengajarkan perajin dari nol. Sebaliknya, pelatihan dirancang untuk meng-upgrade kemampuan teknis para peserta yang sudah terbiasa membordir.

"Yang ditingkatkan adalah kemampuan menggambar, membuat pola, teknik membordir yang lebih halus, sampai pemilihan warna agar produk yang dihasilkan akan jauh lebih bagus," ujar Illiza di Banda Aceh, Selasa.

Materi Pelatihan: Dari Desain Wastra hingga Pengemasan

Selama lima hari, 20 peserta mendapat materi pengembangan desain wastra Aceh, pembuatan pola dan motif, teknik bordir, penyelesaian produk, pengendalian mutu, hingga pengemasan. Strategi pengembangan usaha juga diajarkan agar perajin mampu membaca peluang pasar.

Pelatihan ini menjadi angkatan kelima yang digelar Dekranasda Banda Aceh. Setiap angkatan diikuti puluhan perajin binaan yang telah melewati seleksi.

Kolaborasi Antarperajin untuk Pesanan Besar

Illiza berharap pelatihan tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga memperkuat jejaring antarperajin. Dengan kolaborasi yang solid, mereka mampu menerima pesanan dalam jumlah besar tanpa khawatir soal kapasitas produksi.

"Pelatihan juga menjadi wadah untuk memperkuat kerjasama antar perajin, sehingga mereka dapat berkolaborasi saat menerima pesanan dalam jumlah besar," kata Illiza.

Dampak Ekonomi: Target Peningkatan Pendapatan Perajin

Pemerintah Kota Banda Aceh menargetkan produk bordir lokal mampu bersaing di pasar modern dan ekspor. Jika daya saing meningkat, pendapatan para perajin diharapkan ikut naik secara signifikan.

Dekranasda akan terus memantau perkembangan peserta pascapelatihan, termasuk membantu akses pemasaran ke platform digital dan pameran nasional. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal Aceh.

Reporter: Monang Simanjuntak
Sumber: aceh.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top